Ahok Dipenjara

Ahok Dieksekusi, tapi Tetap Ditahan di Rutan Mako Brimob, Ini Penjelasannya

Noor memastikan Ahok memiliki hak sebagaimana warga binaan lainnya. "Tentu Ahok memperoleh hak-haknya sebagai narapidana," kata Noor.

Ahok Dieksekusi, tapi Tetap Ditahan di Rutan Mako Brimob, Ini Penjelasannya
TRIBUNNEWS/ROMMY PUJIANTO/POOL
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendengarkan pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/17). Ahok divonis hukuman dua tahun penjara. TRIBUNNEWS/ROMMY PUJIANTO/POOL 

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi menjadi terpidana sejak dieksekusi, Rabu (21/6/2017) petang.

Baca: Di Tangan Hakim Agung Artidjo Alkostar Cs, Kasasi Jessica Kandas

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmat mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, tim Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang untuk melakukan eksekusi.

Namun, Lapas Cipinang menganggap, sebaiknya Ahok tetap ditahan di Mako Brimob.

"Karena faktor keamanan, terutama itu, kemudian Kalapas Cipinang menempatkan tetap di Mako Brimob," ujar Noor, saat dihubungi, Rabu malam.

Baca: Heboh Kasus VM, Kini Wanita Berambut Merah Telanjang Saat Berbelanja, Lebih Seronok

Lapas Cipinang kemudian mengeluarkan surat yang isinya menyatakan bahwa Ahok sudah dieksekusi, namun tidak ditempatkan di sana.

"LP Cipinang membuat surat ke (Rutan) Mako Brimob, intinya menempatkan Ahok dalam menjalani pidananya itu di Rutan Mako Brimob," ujar Noor saat dihubungi, Rabu malam.

Noor mengatakan, pihak lapas mempertimbangkan faktor keamanan jika Ahok dipindahkan dari Mako Brimob.

Baca: Siap Pewaris Pertama Kerajaan Arab? Ternyata Dia yang Ditunjuk Raja Salman

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved