Breaking News

Inspiring

ANAKKU YANG RANKING KE-23

"Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".

|pakpakbharatkab.go.id|
ILUSTRASI --- Pemkab Pakpak Bharat yang diwakili Sekda Sahat Banurea memberikan hadiah Hardiknas kepada tingkat pelajar di Lapangan SMA Negeri 1 Salak, Selasa (2/5/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Minggu lalu, baru saja anak-anak sekolah, para pelajar menerima rapor. Hal lumrah, setiap murid atau siswa mempunyai bakat dan minat pada mata pelajaran di kelas. Hal biasa juga, ada pelajar beprestasi, sedang dan biasa-biasa saja, bahkan kemampuan rendah, hingga tidak naik kelas.

Bagaimana dengan putra-putri anda? Manakala si kecil mendapat prestasi luar biasa, tentu saja sangat membanggakan orangtua. Namun sebaliknya, bila prestasi anak berada pada klasemen papan bawah, bagaimana persaan orangtua?

Agar tidak berlarut-larut dalam kegalauan hati, ada baiknya menyimak kisah inspiratif berikut ini. Kisah ini disadur dari pesan yang menyebar di grup medsos, dan tidak diketahui penulis. Juga tidak diketahu, apakah kisah nyata atau sekadar ilustasi saja.

Mari simak, semoga bermanfaat.

Baca: Sudah Benarkah Anda Sebagai Orangtua Mendidik Anak?

Baca: Ini Sekolah Untuk Orangtua Dalam Mendidik Anak

Baca: Mutiara Ramadan: Puasa Mendidik Agar Kita Tidak Terpukau pada Budaya Instan 

ANAKKU YANG RANKING KE-23

DI kelasnya ada 25 orang murid. Setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23.

Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini, 23. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing.

Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.

Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya.

Baca: Keselamatan Jiwa Ahok Terancam di Lapas Cipinang

Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved