Tribun Lebaran
Asal Kata Minal Aidin Wal faizin, yang Identik dengan Lebaran di Indonesia dan Malaysia
Ucapan lain terkait Idul Fitri adalah Taqabbalallahu Minna Wa minkum, yang "merupakan tradisi di dunia Islam," kata Arwani.
TRIBUN-MEDAN.COM - Ucapan Selamat Idul Fitri dan disertai dengan 'Minal Aidin Wal faizin' merupakan tradisi yang berawal dari para pedagang Arab yang menyebar Islam di Indonesia, menurut seorang anggota Majelis Ulama Indonesia, MUI.
Baca: Pertanyaan Terlarang ketika Kumpul Bareng Keluarga pada Hari Raya Lebaran
Kartu-kartu ucapan, termasuk yang elektronik, bagi Anda yang mengirim ataupun yang menerima tentu kata-kata 'Minal Aidin Wal faizin' banyak ditemukan dan dilanjutkan dengan 'maaf lahir dan batin.'
Baca: Teroris Berencana Bom Masjidil Haram, Ketua MUI: Itu Sama Saja Ngebom Umat Islam Sedunia
Arwani Faishal, anggota komisi Fatwa, MUI, mengatakan 'Minal Aidin Wal faizin' yang berarti "semoga kita termasuk orang-orang yang kembali ke jalan yang benar atau ke jalan Allah dan termasuk orang yang beruntung atau berbahagia," bermula dari dakwah para pedagang Arab.
Baca: Pemimpin Umat Katolik Indonesia Ucapkan Selamat Idul Fitri Saudara-saudariku Umat Islam
"Kalimat itu di suatu kawasan Melayu seperti Indonesia, Malaysia sangat populer. Ini bukan dari Nabi (Muhammad), tapi itu ucapan selamat dan secara tekstual adalah doa." kata Arwani.
Baca: Mengejutkan, Pole Postion GP Belanda Pembalap Tim Satelit Kalahkan Marquez dan Rossi
"Di Indonesia populer di awal-awal semaraknya Islam, yang didakwahkan oleh para pedagang Arab...Yang menyebarkan Islam, yang menjadi panutan banyak orang, tentu diikuti oleh jemaahnya, masyarakatnya, penganutnya dan dari tahun ke tahun itu diikuti dan populer."
"Itu doa baik, boleh diikuti terus menerus, tapi tak berarti hanya kalimat itu saja, mungkin suatu ketika nanti muncul ide kalimat lain selain Minal Aidin Wal faizin. Ini praktis dan puitis sehingga sangat mengena," tambahnya.
Ied Mubarak
Dan bagaimana dengan lanjutan kalimat, maaf lahir batin?
Arwani menyebutkan ini terkait syariat di mana Nabi (Muhammad) menyebut Ramadan adalah bulan yang berkah, "Allah memberi rahmat kepada para hambanya, Allah mengampuni dosa-dosa hambanya."
"Terkait dengan Allah mengampuni...maka muncullah gagasan yang bagus setelah Ramadan perlu minta maaf kepada sesama manusia. Diwujudkan dengan bertemu dan minta maaf."
Ucapan lain terkait Idul Fitri adalah Taqabbalallahu Minna Wa minkum, yang "merupakan tradisi di dunia Islam," kata Arwani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mudik2s_20170623_181851.jpg)