Militer Filipina Kecut Hadapi ISIS di Darat, Akhirnya Lakukan Serangan Udara

"Jika kami tidak menggunakan serangan udara, kami akan menghadapi lebih banyak korban dari kalangan pasukan kami," katanya kepada wartawan di Marawi

Editor: AbdiTumanggor
AFP PHOTO / TED ALJIBE
Asap mengepul dari rumah-rumah setelah pemboman lewat udara oleh Angkatan Udara Filipina di Kota Marawi, Filipina, Jumat (2/6/2017). Pertempuran berdarah terjadi antara militer Filipina dengan pasukan Maute di Marawi dalam upaya menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pasukan Filipina yang berperang melawan milisi Maute, sayap kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS), di Marawi, Filipina kecut menghadapi para penembak jitu ISIS yang bertebaran di gedung-gedung bertingkat.

Juru bicara militer Filipina, Letnan Kolonel Jo-ar Herrera, Sabtu (8/7/2017), mengatakan, masalah yang dihadapi di darat itu menjadi alasan bagi Manila menggunakan serangan udara, sekalipun resiko kerusakan yang ditimbulkan di Marawi sangat besar.

Baca: NEW VIDEO: Bom Panci Meledak di Kontrakan Agus, Ditemukan Surat Wasiat Pelaku

Baca: Presiden AS Donald Trump Terancam Dikucilkan di KTT G20 di Hamburg

"Jika kami tidak menggunakan serangan udara, kami akan menghadapi lebih banyak korban dari kalangan pasukan kami," katanya kepada wartawan di Marawi, kota yang dikuasai ratusan militan sejak 23 Mei 2017, demikian kantor berita Perancis, AFP, melaporkan.

Sekalipun sudah lebih dari sebulan Manila mengerahkan ratusan tentara bertempur, militan yang mengibarkan bendera hitam ISIS tersebut masih kuat bercokol di berbagai sudut kota.

Militer telah menggunakan jet, pesawat, dan helikopter tempur, dipersenjatai dengan bom dan roket, untuk menyerang daerah di mana kelompok militan tersebut bersembunyi.

"Kami telah mengidentifikasi posisi pertahanan utama, kemudian melakukan serangan udara, namun mereka masih menempati bangunan bertingkat tinggi,” kata Herrera.

"Salah satu alasan kami menggunakan aset-aset udara, adalah inilah cara yang kami butuhkan untuk melumpuhkan posisi para penembak jitu," juru bicara militer regional itu.

"Mereka menempati bangunan bertingkat tinggi sehingga kami harus lebih tinggi dari mereka, jadi kami menggunakan serangan udara."

Baca: Paus Fransiskus Khawatirkan, Kelak G20 Jangan Menjadi Persekutuan Berbahaya

Baca: Agus Rencana Ledakkan Bom Panci 17 Juli, tapi Salah Atur Timer

Ada ratusan militan melakukan serangan membabi-buta pada masa awal pengepungan di sebagian kota Marawi, 23 Mei. Fakta Maute di Marawi, Militan Pro-ISIS Paling Terlatih di Filipina

Herrera mengatakan, sekarang hanya ada sekitar 80 orang bersenjata yang masih aktif di "daerah pertempuran utama" yang dikitari sekitar 800 bangunan. "Ini daerah dengan gedung-gedung tinggi inilah pusat perdagangan kota Marawi," jelasnya.

Menurut Herrera, beberapa warga dijadikan sandera, pengangkut logistik, dan bahkan dipaksa menjarah kota. Ada juga 300 warga sipil yang terjebak di daerah pusat perdagangan kota Marawi.

Baca: Setelah Ledakan, Kontrakan Agus Didobrak, Tetangga Lihat Hal Mencurigakan

Baca: Agus Rencana Ledakkan Bom Panci Bandung di Gereja, Rumah Makan, dan Cafe

Presiden Rodrigo Duterte bulan lalu berjanji untuk "menghancurkan" militan. Namun, janji itu tak kunjung terwujud sehingga hampir 400.000 orang masih mengungsi dari rumah.

Pertempuran di Marawi – yang dijuluki ibu kota Muslim Filipina, negara dengan mayoritas penduduknya beragama beragama Katolik - menjadikan kota hancur mirip kota hantu. Kondisi itu juga yang mendorong Duterte untuk mengumumkan darurat militer di seluruh Filipina selatan.

Herrera mengatakan, hingga sejauh ini 366 militan,  39 warga sipil, dan 87 tentara pemerintah tewas.(*)

Tayang di Kompas.com dengan Judul: Kecut Hadapi Penembak Jitu ISIS, Militer Serang Marawi dari Udara

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved