Edisi Cetak Tribun Medan
Tinggalkan Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Jadi Gubernur Akpol, Ini Tujuannya
Ditanyakan mengenai rencananya untuk meningkatkan citra Akademi Polisi, Rycko mengatakan, citranya sudah baik, tapi tentunya akan lebih ditingkatkan a
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Mantan Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel akan melanjutkan tugasnya sebagai Gubernur Akademi Kepolisian. Ia ditugasi untuk mengangkat citra Akademi Polisi yang mecoreng nama baik Polri akibat kematian taruna yang disebabkan tindakan kekerasan seniornya.
"Di saat citra positif Polri sudah menduduki posisi keempat di mata publik, justru ada kejadian yang di luar perkiraan kita. Maka itu, Pak Rycko dipilih menjadi Gubernur Akpol untuk memperbaiki Akpol agar menjadi lebih baik lagi ke depannya," ujar Wakapolri Komjen Pol Drs Syafruddin Msi, beberapa waktu lalu.
Ditanyakan mengenai rencananya untuk meningkatkan citra Akademi Polisi, Rycko mengatakan, citranya sudah baik, tapi tentunya akan lebih ditingkatkan agar lebih baik lagi.
Baca: Saat Acara Pisah Sambut, Istri Mantan Kapolda Sumut Menangis
Baca: Kapolda Sumut yang Baru Dianggap Jago Tangani Konflik
"Selalu ada kiat-kiat khusus yang akan dilakukan untuk menaikkan kembali citra Akademi Polisi, tunggu tanggal mainnya" kata Rycko sembari tersenyum seusai melakukan pisah sambut jabatan Kapolda Sumut, Sabtu (8/7/2017).
Pada kesempatan tersebut, Rycko mengajak mengajak semua warga Sumut untuk mendukung Kapolda Sumut yang baru.
"Kita doakan agar Pak Jendral Paulus, bisa melaksanakan tugas dengan baik. Saya yakin betul dengan kemampuan dan pengalaman yang Beliau miliki," kata Rycko.
Pengamanan Diperketat
Pengamanan di Markas Besar Polda Sumut diperketat saat acara pisah sambut Kapolda Sumut, kemarin. Setiap orang yang melewati gerbang diperiksa petugas, termasuk personil polisi. Pemeriksaan tersebut meliputi tas, bagasi mobil, dan bagasi sepeda motor.
Pengunjung yang mengenakan jaket juga disuruh membuka jaketnya dan menunjukkan identitas. Beberapa pegunjung yang membawa tas besar juga diperiksa. Kurir-kurir surat yang memasuki Mako Brimob barang kirimannya juga diperiksa.
Petugas yang berjaga di pintu-pintu masuk menenteng senjata api laras panjang. Sedangkan perwira-perwira yang berada di pintu masuk dilengkapi senjata pistol dan revolver. Tim penjinak bom dari Brimob Polda Sumut juga tampak berjaga-jaga di sekitar Mako Polda Sumut.
Komandan pengamanan pintu masuk, Iptu N Saragih mengatakan pengamanan memang sengaja diperketat, lantaran adanya peristiwa penyerangan dua tersangka teroris ke Mapolda Sumut beberapa waktu lalu.
"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Mako Brimob, kami melakukan pemeriksaan orang, barang, dan kendaraan. Pengaman ini sudah sejak lama kami lakukan. Anggota polisi pun kami periksa. Karena bisa saja ada orang yang menyamar mengunakan seragam polisi untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.(ryd)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapolda-sumut_20170709_133514.jpg)