HUT Bhayangkara

Bertepatan HUT Bhayangkara, Kapolri Tito Bilang Mau Pensiun Dini, Ini Alasannya

Tito terbilang muda saat ditunjuk menjadi Kapolri, bahkan meloncati lima angkatan di atasnya. Jika bisa memilih, Tito ingin pensiun dini.

Editor: Tariden Turnip
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melontarkan keinginannnya pensiun dini pada upacara HUT Ke-71 Bhayangkara di lapangan Silang Monas, Jakarta Lusat, Senin (10/7/2017).

Tito mengungkapkan keengganannya memimpin institusi Polri hingga masa pensiun 2022 mendatang.

Tito terbilang muda saat ditunjuk menjadi Kapolri, bahkan meloncati lima angkatan di atasnya. Jika bisa memilih, Tito ingin pensiun dini.

"Hati kecil saya tidak ingin sampai selesai 2022. Tambah stres nanti saya," ujar Tito di lapangan Silang Monas, Jakarta Lusat, Senin (10/7/2017).

"Saya butuh waktu untuk istri dan anak-anak saya juga," kata Tito.

Tito adalah lulusan terbaik Akpol 86. Sebelum diangkat jadi Kapolri, nama Tito bersaing dengan nama yang lebih senior seperti Komjen Budi Gunawan yang saat itu menjabat Wakapolri, lulusan Akpol 83.  

Sebelumnya Tito juga melontarkan keinginan pensiun dini dalam wawancara eksklusif di acara Satu Meja di Kompas TV, yang ditayangkan, Sabtu (8/7/2017).

Baca: Kultur Indonesia, Pensiun Dini Diketawain, Kapolri: Kalau Boleh Saya Ingin Pensiun

Tito beralasan, jika Tito memimpin Polri sampai lima tahun lagi, maka akan berdampak buruk bagi dirinya dan institusi. Organisasi Polri butuh penyegaran, kata dia, perlu adanya regenerasi pimpinan.

"Bayangin kalau saya jadi Kapolri terus, enam tahun, tujuh tahun, anggota bosan, organisasi bosan, saya juga bosan," kata dia.

Terlebih lagi, menjadi Kapolri bukanlah hal yang mudah, menurut Tito. Ia menjalani kehidupan yang penuh tekanan karena banyak persoalan. Menurut dia, wajar jika ia ingin melepas semua tekanan-tekanan itu.

"Kemungkinan ada waktu yana saya anggap tepat, mungkin akan pensiun dini," kata Tito.

Tito heran dengan banyaknya komentar atas niatnya untuk pensiun dini. Menurut dia, di luar negeri, pensiun lebih awal dari waktunya merupakan hal yang lumrah. Apalagi jika orang tersebut merasa selama ini telah bekerja keras dan menikmati sisa hidupnya dengan tenang.

Sementara di Indonesia, pensiun dini menjadi sesuatu yang aneh.

"Saya juga berhak menikmati hidup dengan keluarga dalam kehidupan yang less stressful," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved