Kuliner
Mieso BuDe, Andalkan Racikan Bumbu Bermutu, Nikmat tanpa Penyedap Rasa
kafe ini menawarkan menu mieso yang sebenarnya, dengan harapan bisa memenuhi hasrat pecinta kuliner akan hadirnya sebuah menu mieso
TRIBUN-MEDAN.com - Mieso, Mie sop, Miso, atau apapun disebut, makanan ini selalu bikin penasaran. Mi kuning, mihun, atau paduan keduanya, disiram kuah panas berlemak ditaburi cincang, daging sapi atau ayam. Rasa gurihnya seakan menggoda lidah bahkan terasa nikmat hingga tetes kuah terakhir.
Menu mieso selalu menjadi buruan para pecinta kuliner. Dan tentu saja, citarasa mieso yang yang menjadi favorit tak harus yang berada di kafe berkelas. Mieso di pinggiran jalan pun kerap diburu karena citarasanya yang tak tergantikan.
Baca: Miesop, Makanan Merakyat yang Rasanya Gurih-gurih Sedap
Menu mieso ini menjadi andalan di Mieso BuDe yang berada di Jalan Imam Bonjol, Lubukpakam. Tak seperti mieso kebanyakan yang mutlak menggunakan penyedap rasa untuk memperkuat citarasa, Mieso BuDe justru menghindarinya. Sebagai gantinya penggunaan bumbu dan rempah berkualitas, menjadikan Mieso BuDe menjadi istimewa. Untuk "pembenci lemak" juga tak perlu khawatir mengonsumsinya, karena mieso ini minim lemak dengan citarasa yang lebih original bumbu dan rempah.
Penggunaa ayam pada Mieso BuDe bukan sebagai pelengkap, tapi juga bahan utama. Pasalnya jumlah taburan daging ayamnya sangat banyak, mengalahi volume mi. Dengan potongan ayam yang cukup besar, mieso ini benar-benar menyelerakan. Lihat saja tampilan daging ayam olahan utuh yang dipajang di etalase kafe, seolah menggaransi kalau Mieso BuDe menjanjikan mieso dengan potongan daging ayam yang banyak.
Syahrianto, pemilik kafe Mieso BuDe menjelaskan, kafe ini menawarkan menu mieso yang sebenarnya, dengan harapan bisa memenuhi hasrat pecinta kuliner akan hadirnya sebuah menu mieso yang benar-benar nikmat namun juga menyehatkan sehingga pecinta kuliner tak perlu ragu untuk mengonsumsinya.
Syahrianto yang merupakan tokoh masyarakat Serdangbedagai ini, sebelumnya memang berdagang mieso. Mieso BuDe merupakan hasil racikannya sejak puluhan tahun lalu.
Ia yakin, Mieso BuDe mendapat tempat di hati warga pecinta kulier terutama yang berada di Lubukpakam sekitanya. Tak terlalu salah memang, soalnya, sepanjang pengamatan Tribun, warung ini selalu didatangi pembeli. Ada yang menikmati di tempat, namun banyak pula yang pesan untuk dibawa pulang.
Jika ingin menikmati di tempat, Anda tak usah ragu soal kenyamanan. Warung Mieso Budi dirancang dengan ruangan yang lumayan luas. Interiornya juga cukup menarik. Di beberapa bagian dinding ada poster tokoh pewayangan. Dengan dominasi cat dinding warna merah dan hitam, ruangan terasa elegan namun penuh kehangatan.
Kendati menjadikan mieso sebagai andalan, di sini juga tersedia menu tambahan di antaranya telur bebek rebus, sate kerang. Untuk varian mieso terdiri dari Mieso Bude Spesial, Mieso Bude, Mieso Bude Ceker, Nasi Sop, Bakso Kosong. Untuk pelengkap tersedia juga tulang dan ceker yang dijual per porsi. Harga mieso dijual paling mahal Rp 15 ribu per porsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/miesop_20170720_201826.jpg)