Diejek setelah Kalah Main Panco Benari Ayunkan Parang ke Wajah Madong dengan Parang
Kapolsek Parongil, AKP Yanto Hutabarat mengungkapkan tersangka tak terima kalah adu panco lantas pulang ke rumah untuk membawa parang.
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Tariden Turnip
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, DAIRI - Madong Silaban (32) melarikan ke RSUD Sidikalang dengan wajah penuh darah, Jumat (21/7/2017).
Madong mengalami luka tebasan parang di kepala dan wajah setelah cekcok dengan Benari Munthe (34) bertemu dengan Madong di warung sebuah desa Pandiangan, Kecamatan Parongil sekitar pukul 14.00WIB.
Percekcokan bermula dari permainan catur hingga adu panco.
Kapolsek Parongil, AKP Yanto Hutabarat mengungkapkan tersangka tak terima kalah adu panco lantas pulang ke rumah untuk membawa parang.
Sesampai di warung, tersangka langsung mengayunkan parang ke wajah korban.
Pemilik warung yang berada di tempat tak sanggup melerai.
Emosi Benari meledak dipicu perkataan korban yang mengejek pelaku.
Saat ini pelaku, Benari masih masih dalam pengejaran oleh personil Polsek Parongil.
"Hingga saat ini Polsek Parongil sedang melakukan pengejaran dan memeriksa saksi saksi di TkP," pungkasnya.(tmy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/parongil_20170722_111336.jpg)