NEWSVIDEO: Begini Penjelasan Bibi Korban Terkait Penemuan Mayat Keponakannya
“Dia pernah datang ke rumah hari itu ngancem sambil marah-marah. Dia manggil awak nanya uwo nggak apa-apa. Dia datang megang parang lari-lari,“
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga Jalan Badur, Gang Buntu, Kelurahan Medan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun dihebohkan dengan penemuan sosok mayat pria di pinggiran Sungai Deli. Warga menemukan mayat pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB.
Mayat yang diketahui bernama Taufik (45) merupakan warga Jalan Mangkubumi. Berdasarkan informasi dari keluarga korban, Taufik mengalami gangguan kejiwaan.
Baca: Siap Sediakan Fasilitas untuk Danau Toba di Kejuaraan Ini
Asniwati (62) Bibi dari korban mengatakan bahwa Taufik mulai hilang pada Minggu (23/7/2017) pagi.
“Dia pernah datang ke rumah hari itu ngancem sambil marah-marah. Dia manggil awak nanya uwo nggak apa-apa. Dia datang megang parang lari-lari,“ kata Asniwati.
Asniwati menuturkan saat ia berkunjung kerumah cakapnya sudah ngelantur, nggak bisa dipegang lagi perkataannya.
"Katanya dia terjun ke sungai karena dikejar polisi karena gas-gas becak. Takut dia karena polisi udah nembak itu," kata Asniwati dengan bibir bergetar.
Sebelumya, diketahui Taufik membawa becak motor milik adiknya pada Minggu subuh.
Saat dicari, keluarga mendapat kabar bahwa becak motor dibawa kabur oleh Taufik dengan membawa ember berisi pakaian kotor miliknya dan istrinya.
Info yang diterima keluarga, Taufik menggeber-geber becak motornya hingga dikejar oleh personil polisi, sehingga diberikan tembakan peringatan.
Ketakutan dengan tembakan, Taufik lantas memilih terjun ke Sungai Deli. Saat ini, polisi dan tim forensik Polrestabes Medan sedang melakukannya penyelidikan terhadap korban.
(cr9/tribun-medan.com)