Dr Eddy Berutu Yakin Dairi Pusat Penghasil Kebutuhan Pokok

"Walau pun minim pembangunan, saya kagum dengan masyarakat Dairi yang tetap bekerja keras. Itu adalaha kekuatan kita di sumber manusia. Jadikan..."

Penulis: Tommy Simatupang |
Tribun Medan / Tommy
Bakal calon bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat menyampaikan visi dan misinya di DPC Partai Hanura Dairi, Senin (7/8/2017). (Tribun Medan / Tommy) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, DAIRI - Bakal calon (balon) bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu melakukan pemaparan visi dan misi di DPC Partai Hanura Dairi, Senin (7/8/2017).

Pengusaha yang memimpin banyak perusahaan ini datang dengan mengenakan pakaian Hanura. Dr Eddy Berutu merupakan satu dari enam balon yang ikut mendaftar di DPC Partai Hanura Dairi.

Dalam pemaparannya, Dr Eddy Berutu menyampaikan lima visinya untuk maju di Dairi 1. Ada pun lima visi tersebut yakni Harmonis, Infrastruktur, Ekonomi, Kearifan Lokal, dan Good govermence.

Minimnya infrastruktur di Kabupaten Dairi menjadi hal utama untuk pembangunan. Balon yang memiliki latar S3 Theologia ini menyatakan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan, irigasi, listrik, dan telekomunikasi dapat meningkatkan perekonomian warga. Terutama pada perkembangan jaman yang membutuhkan jaringan internet.

Baca: Rayakan HUT RI, JR Saragih Siapkan Hal Ini

"Walau pun minim pembangunan, saya kagum dengan masyarakat Dairi yang tetap bekerja keras. Itu adalaha kekuatan kita di sumber manusia. Jadikan masyarakat kita, masyarakat yang cerdas,"ujarnya seraya mengatakan pembangunan bagian utama.

Pengusaha di bidang keuangan ini menyampaikan Kabupaten Dairi sebagai pebghasil utama sayur dan beras harus melakukan inovasi. Ia meyakinkan pada tahun 2025 dunia mengalami krisis kebutuhan pokok.

"Di sinilah kita akan memiliki daya tawar yang tinggi. Kita lakukan penambahan kemampuan petani dengan teknologi. Kita akan menjadi pamsok utama,"ujarnya.

Ia menilai ada tiga kelemahan Kabupaten Dairi yakni kesejahteraan masyarakat yang rendah, infrastruktur, dan lapangan kerja yang terbatas.

(tmy/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved