Duplikat Keramik Bersejarah Masjid Raya Didatangkan dari Kota Ini

"Keramik ditempah di Bandung, kami sudah tanya di Medan tapi tak ada yang bisa. Kami tidak merubah bentuk dan warna, silahkan abang foto,"

Tribun Medan / Hendrik
Duplikat keramik Masjid Raya Al Mashun yang dibeli dari dosen ITB. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - BKM (Badan Kemakmuran Masjid) Raya Al-Mashun melakukan konservasi pada bangunan Masjid.

Keramik dinding Masjid berwarna biru muda yang sudah berusia ratusan tahun pun turut dihancurkan, pecahan keramik terlihat bergeletakan di atas tanah.

Belum diketahui pasti asal keramik tersebut, namun penelusuran Tribun di wilkipedia keramik Masjid Raya Al Mashun berasal dari Italia.

Baca: UNIK! Puluhan Murid SD Demonstrasi di Depan Kantor Wali Kota, Ini yang Mereka Tuntut

Satu di antara BKM Masjid Raya Al- Mashun Tengku Arif menyebutkan pihaknya telah menempah duplikat keramik di Bandung dengan warna, motif dan ukuran yang sama.

"Keramik ditempah di Bandung, kami sudah tanya di Medan tapi tak ada yang bisa. Kami tidak merubah bentuk dan warna, silahkan abang foto," ucap Arif kepada www.tribun-medan.com, Jumat (11/8/2017).

Keramik tersebut bukanlah produksi pabrik, melainkan buatan tangan dosen Institut Teknik Bandung (ITB).

Per kepingnya keramik tersebut dibandrol di kisaran Rp 20.000.

"Saya lupa nama dosennya. Harga di kisaran Rp 20.000 kami memesan 3000 keping," sambungnya.

Berdasarkan pengakuan Arif, konservasi dilakukan lantaran beberapa ornamen mulai lapuk, bahkan beberapa atap juga sudah bocor.

Rusaknya beberapa ornamen lantaran faktor usia, Masjid ini mulai dibangun pada 1906 dan selesai pada 1909.

"Sudah 118 tahun, kami hanya berniat memperbaiki yang rusak," pungkasnya.

(hen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved