Edisi Cetak Tribun Medan

Kapolri Tito Kagum pada Adat Istiadat Suku di Sumut, Bikin Merinding

"Coba datang ke mana-mana tidak ada, di Papua tidak ada. Yang ada di belakangnya aja, terima kasih, wah..wah..wah..," ucap Tito.

Editor: Tariden Turnip
Tribun Medan / Azis
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tiba di Stadion Samura, Kabanjahe, Tanahkaro, Sumut, Kamis (24/8/2017). Mengenakan kacamata hitam, Tito Karnavian akan memberikan bantuan terhadap masyarakat yanh terkena dampak erupsi Gunung Sinabung.(Tribun Medan / Azis) 

KABANJAHE, TRIBUN - Kedatangan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian ke Kabanjahe, Tanahkaro, Sumatera Utara diwarnai dengan gurauan dan candaan.

Mengenakan kacamata hitam dan berseragam lengkap serta balutan ulos di lehernya, Tito Karnavian menginjakkan kakinya disambut dengan tarian khas Tanahkaro di Lapangan Bola Samura, Kabanjahe, Tanahkaro, Sumatera Utara sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (24/8).

Baca: Terungkap Identitas Kekasih Tersangka First Travel Kiki Hasibuan, Gayanya Gak Kalah Glamour

Kedatangan orang nomor satu di Polri ini dalam rangka kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial bagi pengungsi dan masyarakat Karo akibat erupsi Gunung Sinabung.

Selama berkunjung ke Sumut, Tito merasa, provinsi ini sangat beruntung karena memiliki peradaban tinggi salah satunya adalah bahasa yakni dimulai dengan salam atau greetings. Katanya, tidak semua suku yang ada di Indonesia memiliki greetings.

Baca: Lakukan Hal Tak Senonoh Dalam Bus, Pasangan Kekasih Ini Tuntut Sopir Akibat Anunya Terluka

Baca: Ussy Sulistiawaty, Istri Andika, Tertipu Penjual Tas Hermes Online, Ini Kronologi dan Kerugiannya

"Coba datang ke mana-mana tidak ada, di Papua tidak ada. Yang ada di belakangnya aja, terima kasih, wah..wah..wah..," ucap Tito.

Selain itu, peradaban tinggi juga dapat dilihat dari pengucapan di akhir seperti mengucapkan terima kasih. Ia mencontohkan ucapan dari Tanahkaro itu bujur melala.

Baca: Cabul, Istri Kerja TKI di Luar Negeri, Suami Hamili Dua Wanita: Putri Kandung dan Adik Ipar

"Artinya, masyarakat di sini orang yang bisa berterima kasih kepada orang lain. Saya contohkan sewaktu tugas di Sulawesi Selatan. Jadi di Makassar dan di Suku Bugis itu tidak ada bahasa dearahnya terima kasih, tetap itu juga," ujar Tito.

Atas musibah erupsi Gunung Sinabung yang dalam tujuh tahun belakangan ini melanda Tanahkaro, Tito mengajak masyarakat memaknai letusan Gunung Sinabung sebagai berkah.

Baca: Heboh Video Atlet Pencak Silat Sampai Berurai Air Mata Dicurangi Wasit Sea Games

Ia mencontohkan bagaimana beberapa negara bangsa mampu bertahan meski dalam kondisi terpuruk. Misal, bangsa Eropa tatkala menghadapi masalah cuaca, Hongkong dengan pulaunya yang tandus batu karang serta, Singapura menjulang sebagai negara hebat meski mereka tidak memiliki apa-apa.

"Alam dan lingkunganlah yang membuat mereka bertahan bahkan berhasil. Inilah yang saya lihat bahwa poin terpenting erupsi Gunung Sinabung ini kita ambil sebagai peluang, bukan sebagai masalah," ujar Tito menyemangati ribuan masyarakat TanahKaro.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved