72 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Desa Sahkuda Belum Pernah Menikmati Penerangan dari PLN

Turiah (45) warga Desa Sahkuda menceritakan sejak lahir hingga bersuami bahkan sudah memiliki cucu, dirinya belum pernah merasakan penerangn PLN.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan/Dedy
Turiah (kiri) dan Silpi (paling kanan) warga Huta I Desa Sahkuda Kecamaran Gunung Malela yang mengeluh masalah PLN 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - 72 tahun Indonesia Sudah Merdeka. Yapi  warga di Huta I, Desa Sahkuda Kecamatan Gunung Malela belum pernah sekalipun menikmati aliran listrik dari PT Perusahanan Listrik Negara (PLN).

Hingga kini warga hanya mengandalkan genset untuk penerangan pada malam hari.

Turiah (45) warga Desa Sahkuda menceritakan sejak lahir hingga bersuami bahkan sudah memiliki cucu, dirinya belum pernah merasakan penerangan dari PLN.

Sebagai petani dan ibu rumah tangga dirinya melalui hari-hari tanpa hiburan lewat media masa yang memakai PLN. Mereka hanya bisa merasakan listrik ala kadarnya menggunakan genset selama 3 jam sehari.

Baca: BREAKING NEWS: Ratusan Pencatat Meteran Listrik, Ancam Rubuhkan Pagar PLN

"Dari zaman kakek saya, itu ya belum merdeka sampai sekarang saya pun punya cucu belum pernah lah sekalipun merasakan listrik dari PLN. Saya sejak lahir di desa ini ya begini apa-apa susah. Harapannya pemerintah segera lah memperhatikan desa kami ini," kata Turiah yang diamini warga lainnya, Rabu (30/8/2017).

Warga menunjukkan genset bekas yang dibeli untuk penerangan selama 3 jam pada malam hari
Warga menunjukkan genset bekas yang dibeli untuk penerangan selama 3 jam pada malam hari (Tribun Medan/Dedy)

Dikisahkan Turiah semasa hidup bersama kakeknya bahwa di Desa Sahkuda sempat menjadi perkampungan yang ramai penduduk. Ada 100 kepala keluarga yang pernah tinggal di desanya.

Namun saat ini banyak yang terpaksa mencari penghidupan ke tempat lain hingga ke kota lantaran tidak ada jaminan penerangan.

Baca: Atasi Pemadaman Listrik Terencana, Sumut Selayaknya Punya 8 Tim PDKB

Mengeluh senada, Silpi juga mengeluhkan PLN yang disebutnya menghambat pendidikan anak-anaknya. Setiap hari rumahnya gelap, tak hanya malam saja tapi siang juga.

Sehingga membuat anak-anaknya kesulitan mengerjakan Pekerjaan Rumah dari sekolah, atau membaca dan menghapal buku pelajaran.

"Dari mulai awak masih kecil, gadis 15 tahun sampai sekarang sudah 40 tahun belum pernah merasakan listrik dari PLN. Ada pun listrik ya kami patungan sesama warga beli genset bekas. Cuma bisa dipakai bersama dari jam 6 sampai 10 malam. Anak-anak payah belajar jadinya, cana gak bodoh anak kita kan," bebernya.

Baca: Di Daerah Ini Masih Banyak Desa yang Belum Teraliri Listrik

Kepala Desa Huta I Sahkuda, Suyatno mengatakan pihaknya sudah mengajukan ke PLN sejak tahun 2015. Namun dibeberkannya bahwa PLN berdalih biaya pemasangan instalasi tak seimbang dengan jumlah penduduk yang ada saat ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved