Diam Itu Emas Dalam Dunia Kerja, Berapa Lama Sebaiknya Diam? Ini Penjelasan Pakar
Di Jepang, kekuatan diam muncul lewat konsep haragei (omongan perut), komunikasi terbaik adalah saat kita sama sekali tidak berbicara.
Di AS, mungkin pikiran itu muncul dari sejarah kolonial Amerika sebagai persimpangan dari banyak orang, kata Carbaugh.
"Ketika ada perbedaan yang heterogen dan kompleks, sulit untuk menemukan kesamaan, sehingga Anda terpaksa berbicara, maka bisa dipahami ketika orang merasa gelisah, sehingga mereka harus berinteraksi secara verbal untuk menyamakan hal yang mendasar dalam hidup," katanya. Dan ini juga terjadi di London, tambahnya.
Sebaliknya, kata Carbaugh. "Saat ada tingkat homogenitas yang lebih besar maka lebih mudah untuk menjadi diam.
Contohnya, ketika Anda berada di antara teman dan keluarga, maka Anda mudah duduk diam daripada dengan orang yang tidak Anda kenal."
Taktik
Fakta bahwa pembicara bahasa Inggris canggung saat harus diam menunjukkan betapa diam bisa menjadi alat yang kuat.
Pakar sales Gavin Presman secara konsisten sengaja memberi jeda setelah menyampaikan presentasi penjualannya — dia membaca bahwa konselor harus menunggu lima detik setelah pasien selesai berbicara.
"Dalam bisnis, lima detik mungkin terlalu lama, jadi saya diam selama tiga detik, dan yang terjadi begitu luar biasa," kata Presman, direktur dari penyedia pelatihan dan pengembangan Inspire yang berbasis di Inggris.
Dalam negosiasi bisnis, jeda antara saat seseorang selesai berbicara dan jawaban Anda bisa menjadi alat yang ampuh.
Baru-baru ini, seorang calon pelanggan mengatakan padanya, "Tarif Anda sangat mahal dan saya tidak yakin bisa membayarnya." Presman mengatakan bahwa dia paham situasinya, lalu menunggu.
Sepuluh detik kemudian lawan bicaranya mengakui bahwa dia menyadari pentingnya pelatihan dan ingin melanjutkan.
"Kita sering berpikir bahwa diam itu hanya berarti bahwa orang tidak berbicara," kata Presman.
"Namun diam memberi kesempatan pada orang untuk merasa tenang dan berpikir lebih dalam."
Katie Donovan berpegang pada pepatah, 'Siapa yang lebih dulu berbicara, dia kalah." Pada awal kariernya, pendiri konsultan Equal Pay Negotiations yang berbasis di AS diwawancara untuk lowongan pekerjaan di bidang penjualan dan langsung ditawari pekerjaan itu.
Saat si pewawancara menyebut gaji, Donovan mengatakan dia akan menjawab seminggu lagi, lalu duduk diam.
Si pewawancara lalu menaikkan tawarannya.
Donovan mengulangi taktiknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rapat-bisnis-jepang_20170831_142309.jpg)