Orang Kristen Indonesia di Amerika Terancam Dipulangkan ke Tanah Air

Mereka tiba di Amerika pada akhir tahun 90an, masa kekerasan terhadap orang Kristen paling buruk di Indonesia.

BEN HENRY FOR NHPR
Anggota gereja di Madbury merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com-Di bawah kepresidenan sebelumnya, imigran Kristen asal Indonesia yang tinggal secara ilegal di AS diminta untuk melapor ke petugas imigrasi setiap beberapa bulan, namun mereka tidak dideportasi.

Di bawah Presiden Trump, kondisi itu berubah.

Dikutip dari nhpr.org, dua puluh tiga orang Indonesia di New Hampshire melapor ke Imigrasi dan Bea Cukai pada tanggal 1 Agustus di Manchester dan diberitahu bahwa mereka akan dideportasi dalam waktu satu bulan ke negara asal.

Gereja mereka, Marantha Indonesian United Church of Christ, merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan berbagai permainan dan musik yang menutupi kecemasan para jemaat.

Jemaat tersebut sebagian besar adalah imigran asal Indonesia yang mengaku datang ke AS untuk menghindari penganiayaan.

Kabar bahwa lebih dari dua puluh anggota mereka akan dideportasi mengejutkan semua orang.

"Ini kondisi yang sulit," kata Pastor Sandra Pontoh. "Mereka yang dijadwalkan untuk dideportasi khawatir tentang anak-anak mereka, mereka khawatir akan kembali ke Indonesia."

(Baca: Menolak Kehidupan Mewah, Putri Tunggal Keluarga Bos Djarum Ini Jadi Biarawati)

Satu orang dari gereja itu, Terry Rombot, ditangkap saat melapor. Dia ditahan di Plymouth County Correctional Facility, dan pengacaranya mengatakan bahwa dia bisa dideportasi secepatnya minggu.

Teman dekat Rombot, yang tidak ingin namanya disebutkan, menangis ketika saya bertanya tentang Rombot.

Menurutnya, Rombot memiliki masalah jantung yang membuat dia minum obat setiap hari, katanya.

"Jika Terry kembali ke Indonesia, mereka tidak memiliki obatnya, jadi kami khawatir dengan penyakitnya."

Imigrasi dan Bea Cukai, atau ICE, tidak akan mengatakan kapan Rombot akan dideportasi atau mengapa dia ditangkap.

Rombot, seperti orang lain di komunitasnya, tiba di Amerika pada akhir tahun 90an, masa kekerasan terhadap orang Kristen paling buruk di Indonesia. Mereka memperpanjang visa mereka, dan mengajukan permohonan suaka tapi tidak pernah mendapatkannya.

Sekitar tujuh puluh orang Indonesia sekarang tinggal secara tidak sah di New Hampshire dan negara-negara sekitarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved