Baca Selengkapnya di Harian Tribun Medan
Anak Rohingnya Senang Tinggal di Medan, Dapat Teman Baru dan Bisa Belajar Bahasa Inggris
Selama bersekolah di Indonesia, Saiful mengaku, sangat senang. Sebab, ia bisa memiliki teman-teman baru dan bisa belajar pelajaran yang sangat ia suka
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Mengenakan seragam putih merah, Saiful (3), anak pengungsi Rohingya yang sudah bertahun-tahun tinggal di Penampungan Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan, terlihat bersemangat mengayuh sepeda menuju sekolah, Selasa (5/9/2017).
Saiful merupakan siswa Kelas III di SD Swasta Al-Mursaidah, yang tidak jauh dari rumah penampunganya di Hotel Pelangi di Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Medan Tuntungan. Selain Saiful, ada dua lagi anak pengungsi Rohingya, yang bersekolah di Medan. Mereka pun fasih berbahasa Indonesia.
Saat bercerita kepada Tribun Medan, bahasa Indonesia Saiful sangat lancar. Namun, ia tidak melupakan bahasa Rohingya, bahasa sehari-hari pengungsi Rohingya di penampungan. Bahasa Indonesia ia pergunakan, saat berbicara dengan teman-temannya di luar penampungan.
Baca: Bocah Pengungsi Rohingya Mengaku Betah di Indonesia, Begini Celotehannya
Selama bersekolah di Indonesia, Saiful mengaku, sangat senang. Sebab, ia bisa memiliki teman-teman baru dan bisa belajar pelajaran yang sangat ia suka, bahasa Inggris.
"Banyak teman di sekolah. Bisa belajar dan bermain, ada pelajaran olahraga, pelajaran seni ada, tapi paling suka pelajaran bahasa Inggris. Karena kata ayah, sangat penting pelajaran Bahasa Inggris," ujarnya seraya tertawa.
Saiful menambahkan, teman-temannya di sekolah cukup baik. Saat bermain dan belajar, katanya, teman-temannya mau membantu.
"Baik-baik temanku, walaupun kadang ada yang iseng. Saya pun kadang iseng," katanya.
Selain siswa SD, ada juga anak pengungsi yang belajar setingkat SMP di Tsanawiyah di Al Aslamiyah, yaitu Ajimullah. Ia sebelumnya sekolah di SD Al-Mursidah. Ajimulah mengaku, berangkat ke sekolah naiki becak bermotor.
Baca: Muslim Rohingya Pilih Mengungsi ke Indonesia, Begini Perlakuan Malaysia dan Thailand pada Mereka
Selama bersekolah, kata Ajimullah, teman-temannya membantunya untuk menguasai bahasa Indonesia. Saat ini, ia sudah tidak ada masalah komunikasi pakai bahasa Indonesia.
"Awalnya susah, saat baru-baru masuk sekolah," ujarnya.
Pulang sekolah, para siswa melakukan kegiatan belajar di rumah, serta belajar membaca Alquran. Ada juga yang ikut belajar Bahasa Inggris dari guru-guru yang disediakan International Organization for Migration (IOM) Indonesia.
Selain belajar di sekolah, anak-anak para pengungsi Rohingya juga mendapat pelajaran secara khusus di tempat-tempat penampungan yang disediakan Pemerintah Indonesia. Seperti di Hotel Beraspati di Jalan Jamin Ginting.(*)
MAU TAHU AKTIVITAS ANAK-ANAK PENGUNGSI ROHINGYA DI KOTA MEDAN? BACA BERITA SELENGKAPNYA Di HALAMAN 1 EDISI CETAK HARIAN TRIBUN MEDAN, EDISI RABU 6 SEPTEMBER 2017.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-pengungsi-rohingya_20170905_134938.jpg)