Edisi Cetak Tribun Medan

Pemerintah Kirim Bantuan untuk Etnis Rohingya, Prabowo Malah Menyindir dan Bilang Begini

Dua hari lalu, bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk para pengungsi yang ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, sudah tiba.

TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengikuti aksi Bela Rohingya 169 di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). (TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI) 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Dua hari lalu, bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk para pengungsi yang ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, sudah tiba.

Dua pesawat Hercules tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh.

Peliput Biro Pers Rosi Imaniah melaporkan dari Chittagong, Bangladesh pesawat Hercules A 1335 tiba sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau 18.00 WIB.

Pesawat tersebut membawa bantuan kemanusiaan berupa paket sandang, family kit, flexible tank, selimut, dan gula. Berselang dua jam kemudian tepatnya pukul 19.00 waktu setempat atau 20.00 WIB, pesawat Hercules A 1326 yang berisi 10 ton beras juga mendarat di bandara tersebut.

Baca: Prabowo Subianto Bilang bila Pemerintah Beri Bantuan ke Rohingya, Itu adalah Pencitraan

"Pagi ini, Sabtu 16 September 2017, pesawat keberangkatan ke-5 dan ke-6, akan berangkat ke Chittagong pada pukul 06.30 WIB dan 08.30 WIB dari Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Hadi Tjahjanto kepada Biro Pers, Sabtu (16/9/2017).

Dengan bantuan yang terus berdatangan tersebut, diharapkan niat baik Pemerintah Indonesia untuk membantu meringankan beban para pengungsi dari Rakhine State dapat terwujud.

Di Jakarta, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menyindir bantuan kemanusiaan pemerintah untuk etnis Rohingya. Prabowo menyebut bantuan yang dikirimkan hanya bentuk pencitraan semata.

Baca: Mencuat Balasan PDI Perjuangan pada Prabowo Subianto terkait Tudingan ke Jokowi

"Kita perkuat diri supaya orang denger kita bicara. Terus terang saja, negara kita sedang dalam keadaan tidak punya uang karena kita utang terus, kita pinjam uang untuk biaya, kita pinjam uang," ujar Prabowo saat orasi pada Aksi Bela Rohingya 169 di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu.

Prabowo kemudian berbicara soal bantuan yang diberikan Indonesia ke pengungsi Rohingya. Ia menyebut bantuan tersebut adalah pencitraan.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional. Kita harus tunjukkan Islam yang tenang, Islam yang melindungi semuanya," kata Prabowo.

Ia meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam. Dengan begitu Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

"Kalau mereka menindas kaum Muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus menerus," kata Prabowo.

Ketua Umum Projo, salah satu ormas garis keras pendukung pemerintahan Jokowi-JK menentang pernyataan Prabowo.

Ia memastikan, krisis dan tragedi di Rohingnya, Myanmar , sudah ditangani dan diperhatikan secara maksimal oleh Pemerintahan Jokowi. Berbagai upaya diplomatik dan bantuan kemanusian sudah dijalankan Pemerintahan Jokowi.

"Pemerintahan Jokowi sudah proaktif dan bertindak nyata dalam krisis kemanusiaan di Rohingnya. Kami apresiasi apa yang sudah dilakukan Kementrian Luar Negeri yang sudah melakukan berbagai pendekatan diplomatik untuk mengatasi tragedi kemanusiaan itu," ujar Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi.

Ia menganggap wajar beberapa pihak yang melakukan aksi atas tragedi Rohingnya.

"Demonstrasi kan hal yang biasa dalam demokrasi. Lagi pula, ia menegaskan kembali, pemerinah sudah melakukan berbagai upaya mengatasi tragedi di Rohingnya. Bantuan kemanusiaan pun sudah dikirimkan untuk meringankan beban untuk Korban Rohingnya. Jadi apa lagi masalahnya?" kata Budi.(tribun/fah/yat)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved