Hanya Pada Tiga Momen Ini Presiden Soekarno Menangis di Hadapan Publik

Sosok Soekarno yang selalu diingat oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia.

Editor: AbdiTumanggor
Pinterest.com

TRIBUN-MEDAN.COM - Sosok Soekarno yang selalu diingat oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia.

Perjuangannya dalam membela tanah air sangat pantas diganjar berbagai pujian.

Soekarno dikenal sebagai sosok yang berkharisma, berwibawa, dan tegas saat menjadi seorang pemimpin.

Pidato-pidatonya selalu sukses membangkitkan semangat orang-orang yang ada di hadapannya.

Namun di balik gagahnya seorang Soekarno, ternyata Bapak Proklamator itu pernah menangis di tiga peristiwa bersejarah berikut ini.

Apa saja peristiwa itu? Simak selengkapnya.

1. Saat Hukuman Mati Kartosoewirjo

Soekarno Menangis
 (Pinterest.com)

Sosok Kartosoewirjo merupakan pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dari tahun 1949 hingga 1962.

Tindak-tanduk Kartosoewirjo yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia itu tentu saja bersebrangan dengan pemerintah.

Kartosoewirjo kemudian diburu lewat sebuah operasi penangkapan.

Setelah melewati proses yang cukup panjang, Kartosoewirjo berhasil ditangkap di wilayah Gunung Rakutak, Jawa Barat pada 4 Juni 1962.

Hukuman mati pun harus diterima Kartosoewirjo pada 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Namun sebelum hukuman itu dilakukan, ada polemik batin yang bergejolak dari Soekarno.

Mengapa Soekarno? Jelas saja, eksekusi hukuman itu harus mendapatkan tanda tangan kepala negara.

Sedangkan Soekarno dan Kartosoewirjo merupakan sahabat sejak kecil.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved