Gunung Agung
Masuki Fase Kritis, Ini Arah Sebaran Abu Vulkanik Gunung Agung bila Meletus September
Dapat dipastikan akan meletus jika telah muncul gempa tremor yaitu gempa permukaan berskala kecil yang terjadi secara terus-menerus.
TRIBUN-MEDAN.com - Aktivitas kegempaan vulkanik dangkal dan dalam semakin tinggi.
Gempa terus dirasakan sampai ke Pos Pengamatan.
Kawah telah mengeluarkan uap air menandakan adanya pergerakan magma ke atas.
Baca: Duh, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Diminta Pensiun Dini, Kenapa?
Baca: Beredar Kabar Miring Tentang Hubungannya dengan Mischa, Begini Tanggapan Jessica Mila
Baca: Putri Ashanty Berlari dan Senggol SBY, Kejadian Selanjutnya Begini
Baca: Memilukan, Ini Kronologi Lengkap Tewasnya Eva saat Sebar Undangan Nikah, Suka Berubah Duka
Asap pun mulai terlihat di puncak Gunung Agung.
Gejala-gejala tersebut merupakan karakteristik khas Gunung Agung sebelum terjadinya erupsi.
Potensi akan terjadinya letusan Gunung Agung pun sangat tinggi.
"Potensi meletus besar dan belum ada tanda menurun," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, di Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Senin (25/9/2017).
Gunung Agung, kata Kasbani, dapat dipastikan akan meletus jika telah muncul gempa tremor yaitu gempa permukaan berskala kecil yang terjadi secara terus-menerus.
Sampai Senin siang, seismograf memang belum mendeteksi adanya gempa tremor.
Walau demikian, pergerakan magma terus mendekati permukaan.
"Kalau gempa tremor berarti letusan tinggal menunggu hitungan menit atau jam. Potensinya besar, makanya perlu diantisipasi kawasan rawan bencana untuk menghindari korban," kata Kasbani..
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gunung-agung_20170926_092140.jpg)