Polemik Panglima TNI

Copot Gatot Nurmantyo? Ah, Wiranto enggan Berandai-andai, tapi Ada Usul agar Panglima TNI dari AU

“Itu hak presiden, bukan kewenangan kami. Kami hanya melakukan fit and propertest apabila sudah ada surat dari presiden,”

Editor: Salomo Tarigan
Kristian Erdianto
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 

TRIBUN-MEDAN.COM - Direktur Imparsial Al Araf menegaskan sudah seharusnya ada rotasi posisi Panglima TNI. Rotasi dimaksudkan agar terdapat penyegaran di tubuh TNI dan menghentikan manuver-manuver Gatot yang dianggap masuk ranah politik.

“Sudah seharusnya ada rotasi. Panglima TNI yang sekarang ini kan juga sudah memasuki masa menjelang pensiun. Jadi, tidak ada masalah jika melakukan rotasi sekarang,” tegasnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/9/2017). 

Baca: KASUS PENIPUAN: Syahrini Bersedia Diperiksa Polisi Pagi Ini

Baca: Ngotot Bentuk Densus Antikorupsi, Polri:Kalau KPK Lembaga Baru, Polisi dari Dulu Nangani Korupsi

Baca: Minta Rp 900 M untuk Densus Antikorupsi, Apa Gak Kebanyakan, tuh? Ini alasan Polri

Dia melanjutkan, pergantian pun sebaiknya diberikan kepada Angkatan Udara. Dalam aturan TNI, urainya, harus ada rotasi dari setiap Matra untuk jabatan panglima. Sehingga, pada periode mendatang panglima diberikan kepada Matra Udara.

 “Ini kan Darat sudah dua kali, berarti besok itu sebaiknya dari Udara,” kata dia. 

Bukan hanya alasan itu, Al Araf menjabarkan, jika nantinya angkatan udara menjadi panglima TNI, maka cita-cita Jokowi untuk memperkuat poros maritim dapat tercapai secara baik. Pasalnya, dua kekuatan yaitu Laut dan Udara yang memiliki visi memperkuat maritim.

“Kalau orang bilang, poros maritim harus dari angkatan Laut, tidak juga. Udara juga bisa berperan besar. Asal tidak darat lagi,” ujarnya.

Ketentuan soal pergantian Panglima TNI diatur dalam pasal 13 ayat 4 Undang-undang nomor 34 tahun 2004 yang berbunyi “Jabatan Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan,"

Maka dengan begitu, terdapat tiga nama yang saat ini sedang menjabat sebagai kepala staf angkatan yakni, KSAD yang dipegang Jenderal TNI Mulyono, KSAU yang dijabat Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta KSAL yang diamanahkan kepada Laksamana TNI Ade Supandi.

Polemik sudah jelas

Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan persoalan pernyataan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo sudah dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto.

Baca: Pertamina Buka Lowongan Kerja sebanyak 1.500 Posisi, Begini Cara Mendaftarnya

Kata dia, pernyataan dari Wiranto pada Minggu (24/9) lalu sudah meluruskan hal-hal yang disebut oleh Gatot Nurmantyo. Pemerintah, lanjutnya, sudah menyerahkannya kepada Wiranto.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved