Isu PKI Bangkit: Hanya 12,6% Warga Percaya, Mayoritas Pendukung Prabowo dan Partai Pengusungnya
Direktur SMRC Sirojidun Abbas mengatakan, hasil survei, sebesar 86,8 persen responden menganggap tidak ada kebangkitan PKI.
Hanya enam persen massa pemilih Partai Golkar yang setuju dengan isu 'sedang terjadi kebangkitan PKI'.
Survei opini publik ini merupakan CSR dari SMRC. Survei dilakukan terhadap 1.057 responden, dari 1.220 sampel, dengan margin error 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca: Tatkala Laudya Bella Sudah Bahagia dengan Suami, Kabar Menyedihkan Justru Datang dari Afif Kalla
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih, dalam periode tanggal 3 - 10 September 2017.
Kontrol kualitas terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangkan responden terpilih.
Dalam kontrol kualitas ini tidak ditemukan kesalahan berarti.
Dimobilisasi
Sirojudin mengatakan, opini kebangkitan Partai Komunis Indonesia ( PKI) di masyarakat tidak terjadi secara alamiah.
Menurut dia, opini soal kebangkitan PKI dimobilisasi kekuatan politik tertentu.
"Hasil mobilisasi opini kekuatan politik tertentu, terutama pendukung Prabowo, mesin politik PKS dan Gerindra," kata Sirojudin, di Kantor SMRC, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
Baca: Reaksi Kekasih Aurel Hermansyah Tatkala Penampilannya Dibilang Tua oleh Netizen
Kesimpulan tersebut diperoleh dari temuan-temuan survei opini publik nasional yang dilakukan SMRC terkait isu kebangkitan PKI.
Sirojudin mengatakan, gejala hasil mobilisasi terlihat pada warga yang cenderung memiliki akses media massa, terutama media sosial.
Hasil survei SMRC menunjukkan, orang-orang yang percaya isu kebangkitan PKI (12,6 persen dari responden) adalah mereka yang tergolong intensif mengakses berbagai media.
"Terutama media internet dan koran," kata Sirojudin dalam paparan hasil survei.