Asahan Alham, Adik DN Aidit Sindir Jenderal yang Masuk ke Ranah Politik

Asahan Alham membuat status di Facebook-nya, Asahan Alham, yang membuat gerah warga Indonesia.

Tayang:
Facebook/Asahan Alham
Asahan Alham alias Asahan Aidit 

Walau dia telah dinyatakan tewas, namun hingga kini, keluarganya masih ada.

Mereka tinggal di berbagai negara, tak hanya di Indonesia.

Di antaranya adalah adiknya bernama Asahan Alham atau Asahan Aidit.

Dilansir dari Wikipedia, dia dilahirkan di Tanjung Pandan, Belitung, Sumatera Selatan, 4 Desember 1938 yang berarti Desember 2017 nanti dia bakal genap berusia umur 79 tahun.

Dia adalah seorang penulis Indonesia yang termasuk dalam penulis sastra eksil Indonesia.

Sastra eksil Indonesia adalah kumpulan karya sastra karya para penulis Indonesia yang terasingkan dan terdampar, tak bisa atau tak dibolehkan pulang setelah peristiwa G30S/PKI.

Dia merupakan alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia hingga 1961.

Kemudian dia melanjutnya belajar di Moskow, Rusia, lulus pada 1966 dan memperoleh gelar Sarjana Penuh di bidang filologi.

Pada 1975 dia belajar bahasa dan sastra Vietnam di Universitas Hanoi dan pada 1978 mendapatkan gelar PhD-nya.

Dia mulai menulis pada 1952, di antaranya pernah dimuat di majalah Waktu, Mimbar Indonesia, Sunday Courier dan di beberapa ruang kebudayaan surat kabar Jakarta pada tahun-tahun 50-an.

Selain menulis puisi, dia juga menulis prosa.

Puisi dan cerpennya lebih banyak di muat di media eksil, seperti majalah Arah, Arena dan  Kreasi.

Pada 1993, kumpulan sajaknya yang pertama, berjudul Perjalanan dan Rumah Baru diterbitkan oleh Stichting ISDM Culemborg, Belanda.

Kumpulan sajaknya, 23 Sajak Menangisi Viet Tri diterbitkan oleh Pustaka Jaya, Jakarta pada 1998.

Novel pertamanya, Perang dan Kembang, juga diterbitkan oleh Pustaka Jaya 2001.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved