Baca Edisi Cetak Tribun Medan
Penangkapan Si Pembuat SIM Palsu Mengagetkan Warga Sekitar Rumahnya
Polisi yang datang tidak menggunakan senjata laras panjang maupun pakaian dinas. Polisi tanpa atribut datang secara tiba‑tiba, Kamis (28/9/2017),
TRIBUN-MEDAN.COM - Personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menggerebek rumah tempat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, Sumatera Utara.
Pada penggerebekan itu, tiga personel terpaksa melompat pagar rumah yang terkunci. Legimen (61 tahun), warga sekitar menceritakan, penyergapan rumah yang diduga pembuatan SIM palsu tidak mencekam.
Polisi yang datang tidak menggunakan senjata laras panjang maupun pakaian dinas. Polisi tanpa atribut datang secara tiba‑tiba, Kamis (28/9/2017) petang.
"Penggerebekan berlangsung jam 6 sore, jelang Magrib, ketika saya duduk di teras rumah, tiba‑tiba tiga polisi berlari ke arah rumah. Mereka gunakan pakaian biasa, dan langsung manjat pagar rumah, karena pagarnya digembok," ujar Legimen menceritakan kronologi penangkapan di depan rumahnya, saat ditemui Jumat (29/9/2017).
Baca: Kapolda Irjen Paulus Waterpauw Geleng Kepala Lihat Pembuat SIM Palsu Beraksi
Baca: Pelaku Pembuatan SIM Palsu Sering Nongkrong Tengah Malam di Depan Rumah
Pria ini menambahkan, walaupun pagar rumah digembok, namun pintu depan terbuka, sehingga tiga petugas langsung masuk ke dalam rumah.
Kala itu, sempat terdengar suara cekcok antara polisi dengan keluarga tapi enggak lama.
Sesaat kemudian, tiga personel lainnya masuk ke dalam rumah saat pagar sudah dibuka penghuni. Tidak lama kemudian, belasan hingga puluhan personel polisi berdatangan ke rumah.
Saat itu, seseorang berambut gondrong kabur ketika petugas lengah.
"Enggak lama kemudian, kepala lingkungan datang ke rumah, dan petugas memeriksa mereka. Warga pun ramai datang. Ditemukan, ada ribuan lembar SIM di bawa tempat tidur maupun areal rumah. Istilahnya penuh SIM semua," katanya.
Baca: Lokasi Pabrik SIM Palsu Pernah Panggil Anak Yatim, Ini Kata Warga
Baca: PABRIK SIM Palsu: Menyelisik Kehidupan Para Tersangka yang Lihai
Selain tumpukan lembaran SIM, polisi juga menemukan alat pengisap sabu‑sabu di dalam rumah. Besar dugaan, penghuni kerap mengonsumsi narkoba.
Kemudian, tiga orang penghuni rumah yakni seorang oknum polisi masuk sindikat bernama Bripka Rida Fahmi, Herman dan Irwansyah. Ketiganya segera diangkut menumpang mobil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sim-palsu_20170930_164104.jpg)