HUT ke-72 TNI, Mengintip Peninggalan Jenderal Besar di Museum Satriamandala
TNI lahir karena Proklamasi 17 Agustus 1945, hidup dengan proklamasi itu dan bersumpah mati-matian hendak mempertahankan kesuciannya..
TRIBUN-MEDAN.COM – "TNI lahir karena Proklamasi 17 Agustus 1945, hidup dengan proklamasi itu dan bersumpah mati-matian hendak mempertahankan kesuciannya proklamasi tersebut."
Begitulah pesan Jenderal Sudirman yang dapat Anda di salah satu dinding di Museum Satriamandala.
Perjuangan TNI dalam mempertahankan kemerdekaan memang terbilang panjang. Melalui pengorbanan-pengorbanan TNI, Indonesia masih bisa berdiri kokoh hingga sekarang.
Berlokasi di Jalan Gatot Subroto nomor 14, Museum Satriamandala mencoba menyajikan tentang ingatan-ingatan tentang perjuangan TNI dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
Baca: Merasa Jenuh, Rossa Akui Pernah Ingin Berhenti Berkarir dan Jadi Orang Biasa
Baca: Raih Poin Sempurna, Timnas Jerman Lolos Kualifikasi Piala Dunia 2018
Mulai dari diorama-diorama, koleksi senjata hingga bekas pesawat terbang lengkap menghiasi setiap sudut museum ini.
Sebelum museum ini diresmikan oleh 5 Oktober 1972 gedung ini lebih dikenal sebagai Wisma Yaso atau tempat kediaman istri Soekarno, Ratna Saridewi Soekarno.
Selain itu, rumah ini juga menjadi tempat peristirahatan Soekarno selama 17 bulan terakhir sebelum meninggal dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

Ruang-ruang bekas Wisma Yaso ini kemudian ditransformasi dan disesuaikan desain interior khusus pameran museum. Salah satu ruang yang menarik di dalam museum ini adalah ruang yang didedikasikan untuk 4 jenderal Indonesia.
Ruang yang dulu menjadi kamar mendiang Soekarno kini menjadi ruang untuk para keempat jenderal beserta peninggalan-peninggalannya.
Mulai dari Jenderal Sudirman, Jenderal Oerip Soemohardjo, Jenderal AH Nasution dan Jenderal HM Soeharto. Beberapa peninggalan masing-masing jenderal pun masih tersimpan rapi di balik lemari kaca.
Baca: Usai Dihebohkan Video Bikini Di Pantai, Puteri Indonesia Ini Kembali Posting Fotonya yang Begini
Baca: Denis Kancil Si Pembalap Jalanan Tewas, Berikut Foto-foto Sang Pacar yang Sungguh Mempesona
Yang pertama Anda lihat saat memasuki ruangan adalah patung Jenderal Oerip Soemohardjo yang dihiasi kutipan bertuliskan, “Aneh, satu negara zonder tentara”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pahlawan-nasional_20171006_051723.jpg)