Tinggi Air 2 Meter Tutupi Terowongan Jalan Emas, Boydo: Kinerja Dinas PU Carut Marut
Daerah yang terparah digenangi air, di antaranya kawasan Jalan Emas, Jumat (13/10/2017) persisnya terowongan lintasan kereta api.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tingginya intensitas hujan di Kota Medan, membuat beberapa kawasan di Kota Medan digenangi air.
Daerah yang terparah digenangi air, di antaranya kawasan Jalan Emas, Jumat (13/10/2017) persisnya terowongan lintasan kereta api. Badan jalan tersebut dipenuhi air hingga setinggi 2 meter.
Menurut informasi yang diterima Tribun Medan,
Tingginya air yang membanjiri badan jalan itu, banyak kendaraaan baik roda dua, maupun empat terpaksa memutar arah memilih jalan lain.
Baca: Kontroversi Penyertaan Modal Rp 48 Miliar PT Perkebunan Sumut, Begini Kabarnya
Baca: Festival Kopi di USU, Asyiknya Minum Kopi Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya
Selain itu, baru kali ini air yang membanjiri jalan itu tinggi, hingga sampai kebantaran rel dan meluber hingga ke badan Jalan Wahidin.
Diketahui, intensitas hujan yang cukup tinggi selama dua hari ini, yang menyebabkan parit besar yang berdampingan dengan sekolah WR Supratman meluber ke terowongan.
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan, Boydo HK Panjaitan mengungkapkan, keprihatinannya terhadap kondisi Kota Medan saat ini.
Boydo menunjukkan kekesalannya, terkait carut marutnya kinerja Dinas PU selama tahun 2017. Padahal dikatakannya, setiap tahunnya anggaran selalu dinaikkan untuk perbaikan insfraktruktur.
"Kinerja Dinas PU tahun ini carut marut, padahal, setiap tahunnya anggaran selalu dinaikkan untuk pembangunan infrastruktur. Pada tahun 2017 ini, anggarannya dinaikan mencapai Rp 300 miliar. Namun Dinas PU tidak menunjukkan kinerja yang baik untuk menunjang program Wali Kota Medan," ungkapnya.(raj/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-jalan-mas_20171013_205309.jpg)