Alamak

ABG Cewek Ini Digerayangi saat Pemulihan di RSUD Banda Aceh, 'Anunya' Diremas dan Diisap

Di ruang itulah, tersangka SR menggerayangi tubuh gadis di bawah umur itu. Tersangka juga mengisap bagian atas perut korban.

Editor: Tariden Turnip
istimewa
RSU Zainoel Abidin Banda Aceh 

Meski mengaku Mawar adalah keponakannya, namun saat bercerita perempuan ini berulangkali menyebut Mawar dengan sebutan ‘anak saya’.

“Anak saya sadar kalau dia sedang dilecehkan saat itu. Tapi dia tidak bisa bergerak apalagi berteriak karena masih dalam pengaruh bius,” ujarnya.

Dikatakan, tidak ada dokter maupun perawat di ruang transisi tersebut. Hanya ada beberapa pasien yang belum siuman yang masih terbaring di ranjang sebelah korban.

Menurutnya, situasi yang tengah sepi senyap itu dimanfaatkan SR untuk melecehkan korban.

“Pelaku memegang payudara anak saya, meremas-remas, hingga mengisapnya. Awalnya dia lakukan sekali, lalu setelah memastikan tidak ada petugas, dia masuk lagi dan melanjutnya aksi bejatnya,” kata dia seraya menyebut pelaku juga menutup tirai yang membatasi antarbed pasien.

Menurut pengakuan Mawar, tambah dia, SR baru menghentikan aksinya dan sontak berlari saat mendengar korban terbatuk. “Alhamdulillah saat kejadian itu anak saya masih mengenakan celana sot. Kalau nggak, mungkin pelaku bisa berbuat lebih dari itu,” jelasnya.

Mendengar pengakuan keponakannya tersebut, ia melaporkan kejadian itu ke direksi RSUDZA setelah Salat Magrib. Dia menceritakan musibah yang dialami keponakannya, dan meminta pihak rumah sakit mengusut kasus itu.

“Keesokan harinya (6/10) saya dipanggil lagi jumpai direksi. Inti dari pertemuan itu, mereka cuma minta maaf doang,” katanya.

Atas kejadian tersebut, keluarga meminta pihak rumah sakit untuk menyembuhkan kembali keponakannya dari trauma berat itu. Kepada Polda Aceh, dia meminta agar pelaku dihukum seadil-adilnya.

“Kejadian ini menjadi tanggung jawab pihak rumah sakit. Jangan cuma bisa bilang maaf, karena kalau besok saya lecehkan anak perempuan dokter apa mungkin dimaafkan? Anak saya bukan barang yang bisa dipegang-pegang!” ujarnya.

Informasi diterima Serambinews.com dari Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin, saat ini Mawar telah diboyong ke Medan, Sumatera Utara.

"Saya dapat info barusan dari bunda (makcik) korban, bahwa mereka sedang di Medan membawa Mawar berobat," tulis Taqwaddin dalam pesan Whatsapp kepada Serambinews.com, sekira pukul 23.00 WIB, Minggu (15/10/2017).

Menurut Taqwaddin sebagaimana komunikasi dirinya dengan makcik dari Mawar, bahwa Mawar saat ini masih sangat trauma dengan kejadian pelecehan seksual yang dialaminya Kamis 5 Oktober lalu.

"Ia masih trauma, bahkan histeris," kata Taqwaddin.

Informasi diterima Serambinews.com dari Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin, saat ini Mawar telah diboyong ke Medan, Sumatera Utara.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved