Edisi Cetak Tribun Medan

Wali Kota Eldin Tuding Proyek Kementerian Merusak Jalan di Kota Medan

Jalan Sutomo Ujung, merupakan satu dari sejumlah jalan rusak di Kota Medan, yang dikeluhkan warga selama ini. Badan jalan rusak.

tribun medan/ryan juskal
Kerusakan Jalan Sutomo Ujung 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin merespon ultimatum yang disampaikan Presiden Joko Widodo terkait perlunya segera memperbaiki kerusakan jalan-jalan di Kota Medan.

Ia turun meninjau ruas jalan berlubang-lubang dan digenangi air di Jalan Sutomo Ujung, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Senin (16/10/2017).

Peninjauan ini untuk melihat kesiapan Dinas Pekerjaa Umum (PU) Kota Medan memperbaikinya. Instansi Pemko Medan yang menangani masalah infrastrukur itu, diperintahkan secepatnya bertindak.

Jalan Sutomo Ujung, merupakan satu dari sejumlah jalan rusak di Kota Medan, yang dikeluhkan warga selama ini. Badan jalan rusak. Banyak lubang dan berkubang, diamater lebih dari dua meter.

Baca: Kena Tegur Jokowi, Wali Kota Medan Desak Pemborong Perbaiki Jalan Rusak dalam Satu Minggu

Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan jalan juga sangat berpengaruh dengan kelancaran arus lalu-lintas, terutama pada saat-saat jam sibuk seperti pagi, siang dan petang hari.

Kondisi Jalan Sutomo Ujung, ketika ditinjau Wali Kota memang sangat memprihatinkan. Selain rusak, jalan pun berlubang dan dipenuhi air, sehingga membuat masyarakat pengguna jalan harus berhati-hati melintasinya.

Wali Kota minta Kadis Pekerjaan Umum Kota Medan Khairul Syahnan, segera memperbaikinya untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

Eldin bukan bermaksud melempar tanggung jawab. Namun, salah satu pemicu jalan rusak akibat perbaikan yang dilakukan, pascapenggalian proyek pipanisasi air limbah dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat oleh Dinas Tarukim Provinsi Sumut Sumut.

Baca: Terima Kasih Pak Jokowi! 4 Jam Setelah Bapak Pergi, Jalan Rusak di Kota Medan Diperbaiki

"Ternyata, kualitas perbaikan jalan yang dilakukan tidak sesuai dengan standar. Akibatnya, perbaikan yang dilakukan tidak tahan lama dan rusak kembali. Kondisi ini diperparah dengan intesitas hujan, belakangan ini cukup tinggi dan volume kenderaan yang melintas sangat banyak sehingga kerusakan semakin parah," katanya.

Apabila kualitas perbaikan jalan yang dilakukan sebelumnya sesuai dengan standar, persoalan jalan rusak ini, tidak akan mencuat. Apalagi pihak Dinas Tarukim telah berjanji menyelesaikan seluruh perbaikan jalan, pascadilakukan penggalian pipa air limbah akhir tahun 2016.

Eldin mengakui, terkait kerusakan jalan tersebut pihaknya telah berulangkali menyurati Dinas Tarukim Sumut, pelaksana proyek air limbah maupun Kemenpupera agar segera memperbaikinya. Namun, kualitas perbaikan jalan yang dilakukan tidak sesuai harapan sehingga rusak kembali.

Dalam kesempatan itu, Eldin menjelaskan Pemko Medan, tidak bisa serta merta melakukan perbaikan jalan rusak yang timbul pascapenggalian proyek pipa air limbah. Sesuai ketentuan dan aturan berlaku, Wali Kota menjelaskan perbaikan merupakan tanggung jawab pelaksana proyek penggalian pipa air limbah.

"Kalau kita perbaiki, tentunya akan bersentuhan dengan masalah hukum. Itu sebabnya setelah perbaikan jalan yang dilakukan tidak sesuai standar dan rusak kembali, barulah Pemko Medan mengajukan anggaran untuk melakukan perbaikan, sehingga jalan rusak ini kembali bagus seperti semula," kata Eldin.

Setelah anggaran keluar, perbaikan pun tidak bisa langsung, sebab ada tahapan yang harus dilakukan seperti lelang proyek. Artinya, pengerjaan yang dilakukan sudah terjadwal. Eldin telah mewanti-wanti pelaksana perbaikan jalan, agar memperbaiki sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Apabila pengerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan jadwal dan tidak sesuai dengan kualitas standard yang telah ditetapkan, kontraknya langsung kami hentikan. Selanjutnya pengerjaan akan dilakukan secara swakelola. Intinya, kita ingin perbaikan jalan yang dilakukan benar-benar profesional" katanya.

Eldin menceritakan, pengalamannya, setahun yang lalu sempat mengamuk di Jalan Krakatau karena pengerjaan proyek pipanisasi limbah amburadul. Alhasil, jalan berdebu dan berlubang.

"Saya sudah marah di Jalan Krakatau bersama Pak Parlindungan Purba (Anggota DPD), namun enggak ada gunanya. Sehingga, harus punya komitmen, bila dibuka lubang pipanisasi limbah 10 meter maka harus ditutup segitu juga dengan kualitas yang sama," ujarnya.

Ia mengungkapkan, hampir semua jalan rusak di Kota Medan diakibatkan adanya proyek pipanisasi limbah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dia meminta Kementerian bertanggung jawab.

"Hampir semua jalan rusak karena pengerjaan galian air limbah. Bahkan, satu pun enggak ada tutup dengan bagus sesuai ketentuan. Begitu selesai digali, kemudian ditutup, kelihatan bagus, namun di bawah kopong," katanya. (tio/raj)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved