Breaking News

Wajahnya Seram, Badannya Penuh Tato, Tapi Merengek saat Ditangkap Polisi

Pria yang berwajah seram dan seluruh tubuhnya dipenuhi rajahan tatto ini ditangkap saat tengah minum tuak di Jalan Medan-Binjai

Tribun Medan/Array
Benget Edwinsyah Lubis, residivis penikaman yang ditangkap petugas Intelijen Brimob Polda Sumut, Jumat (20/10/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seksi Intelijen Brigade Mobile (Brimob) Polda Sumatera Utara menangkap residivis kasus penikaman Benget Edwinsyah Lubis (39).

Pria yang berwajah seram dan seluruh tubuhnya dipenuhi rajahan tatto ini ditangkap saat tengah minum tuak di Jalan Medan-Binjai KM 10,8.

Sepintas, Benget tampak mengerikan. Tatapannya tajam, dan ketika ditanyai selalu melotot.

Meski penampilannya membuat orang ngeri, namun ada hal lucu saat pekerja bengkel PT Valuta Inti Sawit ini ditangkap.

Karena takut ditembak petugas Brimob, Benget yang tengah mabuk tuak menyembah petugas. Ia berulangkali merengek minta ampun karena takut dihadiahi timah panas.

Baca: Siswi SMA Korban Penculikan dan Penganiayaan Selesai Divisum, Hasilnya Bikin Orangtua Nadya Lega

"Sejak 2 Oktober kemarin dia diburon Polsek Padang Bolak, Padanglawas Utara. Karena petugas di sana minta bantuan, kami pun ikut melakukan pencarian," kata Kasi Intelijen Brimob Polda Sumut, Kompol Kristian Sianturi, Jumat (20/10/2017) malam.

Kris mengatakan, sebelumnya Benget menikam Asisten Bengkel PT VIS bermarga Sirait. Akibat penikaman itu, korbannya mengalami pendarahan.

"Kami hanya membantu saja. Malam ini akan dijemput petugas Polsek Padang Bolak," terangnya. Saat diwawancarai Tribun, tersangka mengaku nekat menikam bosnya itu lantaran kesal mendapat hukuman skorsing.

Baca: Massa Aksi Tunjukkan Barang Bukti Pengeroyokan Mahasiswa USU

"Saya kan tidak datang kerja di hari Minggu. Biasanya, hari Minggu itu diperbolehkan masuk tak masuk," katanya.

Namun, karena tak masuk kerja, Benget diskorsing selama tiga hari. Akibatnya, gajinya dipotong sebesar Rp164 ribu perharinya.

"Namanya saya kecewa, saya datangi dia. Langsung saya tikam bahunya," terang Benget.

Begitupun, Benget mengaku pisau yang digunakannya tumpul. Ia hanya berniat memberi pelajaran pada bosnya itu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved