Alamak
Bilik Asmara di Posko Pengungsi Gunung Agung Bali, Camat: Ini Permintaan Pasangan Muda
Tidak melulu soal logistik yang menjadi perhatian di posko pengungsi Gunung Agung, soal kebutuhan biologis
TRIBUN-MEDAN.COM - Tidak melulu soal logistik yang menjadi perhatian di posko pengungsi Gunung Agung, soal kebutuhan biologis juga mendapatkan perhatian, seperti urusan pribadi suami-istri.
Pihak pengelola posko pengungsi di Kecamatan Marga, Tabanan menyediakan tempat khusus untuk berhubungan intim bagi pasangan suami istri yang terdaftar sebagai pengungsi di posko tersebut.
Camat Marga, I Gusti Agung Alit Adiatmika menyebutkan, pihaknya memang menyediakan tempat untuk persoalan intim suami-istri di posko pengungsian yang disebutnya bilik asmara.
"Sudah sekitar seminggu kami sediakan (bilik asmara red), apakah digunakan atau tidak kami tidak pantau lagi, yang jelas kami fasilitasi saja," katanya, Minggu (22/10/2017).
Terkait dengan penyediaan bilik asmara, Alit Adiatmika menyebutkan, penyediaan tempat tersebut atas permintaan pengungsi.
Terutama, dari pengungsi pasangan muda.
"Mereka minta dan kami sediakan, kami juga faham urusan intim suami istri itu penting," ujarnya.
Bilik asmara yang tersedia di posko pengungsi Gunung Agung Kecamatan Marga itu berupa kamar di rumah dinas Camat Marga.
Sebelumnya kamar tersebut digunakan oleh Camat Marga untuk istirahat.
Dalam kamar tersebut tersedia sebuah tempat tidur.
Dari pantauan Tribun Bali, tampak bilik asmara tersebut juga digunakan untuk menjadi tempat penyimpanan logistik seperti air mineral, obat dan matras tidur.
Seorang pengungsi, Nengah Darmiasih (47) asal Banjar Dlundungan, Desa Ban, Kecamatan Kubu, menyebutkan jika bilik asmara yang tersedia di posko pengungsi Kecamatan Marga tidak pernah digunakan.
Perempuan yang tinggal di pengungsian bersama suaminya, I Nengah Pageh Adi Adnyana itu menyebutkan tidak sempat memikirkan persoalan intim suami istri selama mengungsi.
"Tidak sempat berpikir seperti itu, jika malam kamar ini (bilik asmara red) dijadikan tempat tidur ibu-ibu dan anak," ujarnya.
Selama mengungsi, Darmiasih mengaku terpikirkan status Gunung Agung yang masih berada di level awas sehingga belum berani pulang ke rumahnya di Karangasem apalagi akhir bulan ini sudah menjelang Hari Raya Galungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bilik-asmara_20171023_031605.jpg)