Tempat Latihan Direnovasi, Atlet Jalan Cepat 'Makan Debu' di Lapangan Merdeka
Namun Lapangan Merdeka yang berdebu dan terpapar polusi udara dari kendaraan yang melinta membuat para atlet tak nyaman.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Proses pengerjaan renovasi sejumlah venue cabang olahraga, berimbas pada terkendalanya sejumlah program latihan sejumlah atlet binaan Pusat Pendidikan dan latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara.
Amatan Tribun-Medan.com, beberapa pekerja tampak memperbaiki sejumlah venue seperti alat-alat di cabor angkat berat dan pergantian lintasan baru untuk atletik di Asrama PPLP Sumut, Jalan Sekolah Pembangunan No 7A, Kota Medan, Selasa (24/10/2017).
Dengan adanya renovasi lintasan, berdampak pada pemindahan lokasi latihan atlet yang sementara dipusatkan di Lapangan Merdeka Medan. Namun Lapangan Merdeka yang berdebu dan terpapar polusi udara dari kendaraan yang melinta membuat para atlet tak nyaman latihan.
Baca: Dispora Medan Persiapkan Atlet untuk Bertarung di Popda Sumut 2018
Satu di antaranya adalah Atlet jalan cepat putra PPLP Sumut, Dandi Ardiansyah Peranginangin.
Ia mengaku jika suasana latihan di PPLP dibanding di Lapangan Merdeka sangat berbeda.
Ia mengakui mengalami kendala selama latihan di Lapangan Merdeka dengan adanya keramaian dan polusi udara di tengah kota.
“Latihan pagi sekarang ini di jalan raya. Kendala pasti ada karena banyak mobil melintas. Terganggu juga sama polusinya. Mobil juga besar–besar. Jadi kami harus hati–hati larinya. Kalau latihan sore di lapangan Merdeka. Kondisi di sana juga terlalu ramai orang, jadi sulit menjalankan program. Belum lagi banyak batu kecil di sepanjang lintasan,” terang Dandi.
Baca: Atlet Asal Simalungun Ini Tak Pernah Membayangkan Bisa ke Rusia, Begini Kisahnya
Hal ini merugikan atlet pasalnya mereka akan berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang berlangsung di Papua, pada 20 – 25 November 2017 mendatang.
Meski demikan Dandi tak ini menjadikan hal tersebut menjadi alasan tak berprestasi. Bahkan, saat program latihan diliburkan, atlet kelahiran Kabanjahe, 19 Mei 2001 ini tetap rutin latihan demi mengejar ketertinggalan akibat renovasi.
“Tapi saya tak ingin menjadikan kendala ini sebagai alasan. Saya telah menambah intensitas latihan pagi dan sore hari demi meningkatkan fisik dan catatan waktu," tegas pria jangkung ini.
Dandi akan berlomba di nomor jalan cepat 5.000 meter putra. Ditanya target, Dandi berupaya semaksimal mungkin ingin merebut medali emas. Ini sekaligus untuk menjawab kegagalannya di Popnas 2017, Semarang.
“Di Popnas saya hanya peringkat empat. Makanya, kejurnas nanti adalah momen pembalasan. Apalagi jarak catatan waktu saya dengan peraih emas Popnas tidak jauh, hanya beda beberapa detik saja," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/atlet_pplp_sumut_20160718_194926.jpg)