Berita Olahraga

Pemprov Sumut Mulai Treatment Rumput Stadion Utama Jelang Piala AFF

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah pemangkasan rumput atau trimming yang sudah dimulai sejak tiga hari lalu.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
PIALA AFF U19- Kondisi rumput Stadion Utama Sumatra Utara mulai menguning dan tidak rata saat pertandingan terakhir PSMS Medan kontra Adhyaksa FC Banten, pada Sabtu (25/4/2026). Pemprov Sumut mulai melakukan perawatan rumput Stadion Utama Sumut jelang Piala AFF U-19 tahun 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mulai melakukan perawatan intensif rumput di Stadion Utama Sumatera Utara jelang pelaksanaan Piala AFF U-19 tahun 2026.

Amatan Tribun Medan pada Sabtu (25/4/2026) malam, rumput di Stadion Utama Sumatra Utara, sudah mulai menguning, bahkan beberapa titik terlihat sudah tidak rata. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut, M. Mafullah Daulay, menjelaskan bahwa proses perawatan rumput stadion telah kembali dilakukan usai pertandingan terakhir PSMS Medan yang digelar di venue tersebut.

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah pemangkasan rumput atau trimming yang sudah dimulai sejak tiga hari lalu.

Hal ini menjadi penyebab tampilan lapangan sempat terlihat menguning saat laga terakhir PSMS Medan berlangsung.

“Pemangkasan itu dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Jadi kondisi kuning kemarin memang karena proses tersebut. Harapannya dalam 10 hingga 15 hari ke depan, rumput sudah kembali hijau dengan pertumbuhan tunas yang baru,” ujar Mafullah.

Selain pemangkasan, proses pemupukan juga telah dimulai sejak dua hari terakhir guna mempercepat pemulihan kualitas rumput.

Ia memastikan bahwa kondisi lapangan di Stadion Utama akan siap dan layak digunakan sebagai salah satu venue pertandingan Piala AFF U-19 2026.

Pria yang akrab disapa Ipung itu, menegaskan bahwa perawatan rumput stadion membutuhkan pemahaman khusus terkait manajemen lapangan, termasuk teknik pemeliharaan yang tepat. Oleh karena itu, pihaknya turut didampingi tenaga profesional dalam pengelolaan lapangan sepak bola.

Ia juga menjelaskan bahwa proses penyiraman dilakukan dengan menjaga kelembapan tanah agar tidak kering.

Penyiraman dilakukan secara rutin mulai pagi, siang, hingga sore atau malam hari, guna mempercepat pertumbuhan tunas baru.

“Yang penting kondisi tanah harus lembab. Dengan begitu, pertumbuhan rumput bisa lebih cepat dan merata,” katanya.

Tak hanya di stadion utama, perawatan rumput juga dilakukan di Stadion Teladan. Pemprov Sumut bahkan merekomendasikan penggunaan tenaga profesional yang sebelumnya menangani Stadion Utama untuk memastikan kualitas lapangan tetap terjaga.

Secara umum, Mafullah memastikan kesiapan sejumlah stadion di Sumatera Utara untuk mendukung pelaksanaan ajang internasional tersebut. 

Ia menyebutkan, berbagai perbaikan telah dilakukan dan kini tinggal menunggu hasil peninjauan akhir dari panitia AFF yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei mendatang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved