Gol Pemain Borneo FC Mendunia, Solo Run Kecepatan Cahaya!
Berawal dari counter attack, Terens Puhiri memamerkan kemampuannya melaju kencang dengan mengecoh lini belakang.
Ditambah lagi, ia merupakan pemain multifungsi.
Kadang bisa di posisi sayap kanan, sayap kiri, atau striker bayangan.
Sebelum meraih sukses seperti sekarang, Terens Puhiri sebetulnya menjalani hidup yang cukup sulit.
Ia bukan dari keluarga berada, apalagi sejak ayahnya, Ricky Nelson Puhuri, pergi meninggalkannya.
Praktis hanya mamanya sendiri yang membesarkan dia beserta adik-adiknya.
Ia pun harus bekerja mengumpulkan kaleng bekas agar bisa membeli perlengkapan sepak bola.
“Karena daerah rumah dekat dengan pantai, paling saya bermain di sana. Sembari bermain, saya juga kumpulkan kaleng bekas untuk dijual ke tukang loak. Nanti sewaktu pulang bisa ditukarkan, hasilnya dipakai buat beli sepatu bola,” kata Terens Puhiri seperti dikutip Bolasport.
Setahun kemudian, barulah ia bisa masuk tim tersebut.
Ia mulai menyita perhatian ketika menyabet gelar pemain terbaik dan top scorer Liga Danone 2008 meski timnya, Numbay Star, hanya finis di peringkat ketiga.
Selepas dari Jayapura, Terens Puhiri kemudian hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah dan karier sepak bolanya.
Ia masuk SMA Persada dan di saat bersamaan mengikuti seleksi timnas U-15 untuk Piala AFF di Laos.
“Saya diajak langsung oleh coach Amos melanjutkan SMA di Jakarta agar saya bisa seleksi di timnas untuk AFF di Laos. Saat itu tim dilatih Mundari Karya, Mungkin saya direkomendasikan oleh almarhum (coach Amos) karena dekat dengan Mundari,” kata Terens.
Kini, Terens Puhiri terus berkembang dan menjadi tumpuan Pesut Etam di Liga 1.
Penampilan apiknya terus memberikan kontribusi besar bagi klubnya tersebut.
Jika terus bermain bagus, bukan tak mungkin ia bakal segera memperkuat pasukan garuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/puhiri_20171025_221007.jpg)