Mengudar 7 Fakta Penangkapan Setya Novanto, Ada Drama Berdurasi Lima Jam
Drama antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan babak baru.
Belakangan, upaya KPK untuk menangkap Novanto terbukti dengan tibanya penyidik KPK di kediaman Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam sekitar pukul 21.40 WIB.
Ketika tiba di kediaman Novanto, para penyidik KPK tidak langsung diizinkan masuk.
Para penyidik KPK menunggu di depan kediaman Novanto untuk menunggu Ketua Umum Partai Golkar itu, maupun kuasa hukumnya.
Selang beberapa saat kemudian mereka baru diizinkan masuk ke rumah Novanto.
Saat tiba di kediaman Novanto, penyidik KPK terlihat dikawal 12 orang polisi dari satuan Brimob.
Ada sekitar 5 mobil Toyota Innova yang membawa para penyidik KPK.
3. Novanto Tak Ada di Rumah
Sejumlah politisi Partai Golkar, di antaranya Aziz Syamsuddin datang ke kediaman Novanto.
Aziz tidak diperbolehkan masuk.
Namun, kabar mengejutkan kemudian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin, yang keluar dari kediaman Novanto.
Wahyudin menyampaikan kepada wartawan bahwa Novanto tidak berada di dalam rumah.
Novanto yang terjerat kasus korupsi saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar itu pun tak diketahui keberadaannya. Novanto dikhawatirkan kabur.

4. Diminta menyerah
Meski kedatangan penyidik KPK ke kediaman Novanto sudah tersiar, KPK belum segera memberikan pernyataan.
Baru pada Rabu jelang tengah malam, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan pernyataan tertulis mengenai imbauan agar Novanto menyerahkan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/setya-novanto_20171116_093645.jpg)