Edisi Cetak Tribun Medan
Pelayan Kesehatan di Medan Kurang Bagus, Sekda Pilih Berobat ke Luar Negeri
"Kalau di sini mau berobat kita kadang-kadang dokternya enggak peduli sama pasien. Jadi, lebih tenang berobat di Penang"
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sekretaris Daerah Kota Medan Syaiful Bahri merasa pelayanan kesehatan di Penang, Malaysia lebih bagus ketimbang rumah sakit di Kota Medan. Karena itu, ia memilih berobat jalan ke Penang beberapa waktu lalu.
"Kalau di sini mau berobat kita kadang-kadang dokternya enggak peduli sama pasien. Jadi, lebih tenang berobat di Penang, karena dilayani secara baik. Kalau pelayanan rumah sakit bagus 25 persen sudah sehat pasiennya. Kalau enggak dilayani dengan baik makin parah penyakit itu karena kesal," ujarnya saat berbincang di Balai Kota Medan, Kamis (16/11/2017).
Selama berobat di Penang, katanya, obat yang diberi dokter sama dengan dokter rumah sakit di Medan. Tapi, pelayanan jasa rumah sakit di Penang lebih bagus, dan membuat pasien merasa nyaman.
Pasalnya, pasien dari Indonesia dijemput di bandara.
Baca: Buka Munas Ke-10 KAHMI, Presiden Jokowi Buka Rahasia Akbar Tanjung
"Bayangkanlah tiba di bandara sudah dijemput naik mobil, dibawa ke rumah sakit. Bagus sekali servis mereka. Secara psikologis pasien yang dapat pelayanan bagus merasa senang dan dokternya sangat ramah sama pasien," katanya.
Ia menambahkan, berobat ke Penang tidak begitu mahal, karena rumah sakit fokus memberi pelayanan agar pasien betah berobat.
"Harus diubah prilaku tenaga medis rumah sakit di sini supaya memberi pelayanan prima dan pasien senang. Orang berobat ke Penang sekadar mencari pelayanan yang bagus. Pada akhirnya orang berobat ke Penang supaya lebih tenang," ujarnya.
Baca: Jokowi Mendadak Berhenti di Pasar Aksara, Ini yang Dilakukan Presiden
Menurutnya, banyak dokter rumah sakit di Medan menyarankan pasien untuk operasi padahal sebenarnya masih ada upaya lain. Karena itu, besar dugaan diagnosa dokter acap kali terlalu menakutkan, meskipun dokternya pintar-pintar.
"Kalau di sini sakit belum apa-apa disuruh operasi. Seakan-akan diagnosanya ngawur. Cara penyampaian tenaga medis di Medan kurang mengenakan. Pelayanan kesehatan harus lebih bagus, sehingga pasien marasa puas berobat," katanya.
Ia mengungkapkan, tidak gampang mengubah cara berpikir tenaga medis di Medan supaya melayani pasien secara tulus.
Baca: Korsleting Listrik, Satu Rumah Terbakar di Jalan Mistar, Tonton Videonya
Apalagi, seakan-akan berobat ke rumah sakit harus mengeluarkan dana yang besar, padahal kesumbuhan pasien tidak semua harus konsumsi obat. Kadang motivasi dari dokter juga penting.
Sedangkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin berharap, pelayanan tenaga medis di rumah sakit pemerintah lebih bagus lagi. Karena itu, ia berencana membuat pelatihan untuk mendidik tenaga medis, supaya pegawai rumah sakit lebih manusiawi.
Ia menuturkan, dahulu badannya sulit bergerak dan tidak bisa beraktivitas secara normal. Namun, berkat motivasi dokter serta keinginan sembuh, kondisinya membaik. Ia berusaha untuk hidup sehat sembari membaca beberapa buku warga Amerika yang pulih setelah mengidap kanker stadium empat.
"Saya membaca buku seseorang yang terkena kanker stadium empat, warga Amerika. Pada buku itu dijelaskan penderita kanker itu mencari tempat yang tenang, jauh dari kebisingan perkotaan. Pada lokasi baru udara bersih dan tidak makan penyedap," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sumber penyakit adalah pola makan yang tidak bagus. Artinya, konsumsi makanan yang tidak sehat.
Karena itu, dia berupaya mengatur makanan serta berolahraga secara teratur, supaya terhindar dari penyakit gula alias tidak sehat.
"Saya setiap pagi berolahraga dan berjemur, jalan-jalan di seputaran rumah sambil menggerakkan otot. Karena itu, badan sudah lumayan sehat. Kalau pengin sehat harus ada kemauan olahraga dan makan teratur. Saya makan nasi hanya siang saja, malam hanya minum air putih," katanya.(tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/syaiful_bahri_20160809_164141.jpg)