Sedihnya! Sejak Usia Tiga Hari Frederico Menderita Atresia billier

Frederico Ali bocah berumur dua tahun delapan bulan mengidap penyakit Atresia Billier.

Tribun Medan/M Fadli
Fitriani menunjukkan kondisi Frederico yang menderita Atresia Billier saat tergeletak di depan rumahnya Jalan Karya Setuju, Medan, Senin (20/11/2017). 

Laporan wartawan Tribun Medan/ M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Frederico Ali bocah berumur dua tahun delapan bulan mengidap penyakit Atresia Billier.

Putra pertama dari pasangan Benlianto dan Fitriani mengidap penyakit Atresia Billier sejak usia tiga hari.

Ibunda Frederico, Fitriani mengatakan, badannya menguning saat usia tiga hari

"Saya perhatikan setelah usianya tiga hari, badan menguning. Saya dan suami konsultasi ke dokter, ternyata anak kami mengalami kegagalan hati," ujarnya.

Baca: Siapa yang Dapat? Bobby Nasution-Kahiyang Ayu Sebar 400 Undangan VIP untuk Resepsi di Medan

Penyakit Atresia Billier, merupakan suatu kondisi dimana tidak terbentuknya saluran empedu dengan sempurna.

Kondisi ini bisa terjadi pada saluran empedu yang ada di dalam dan di luar Liver(hati).

Kondisi ini menyebabkan tidak mengalirnya empedu ke usus 12 jari sebagaimana mestinya. Sehingga cairan empedu yang terus diproduksi liver(hati) akan menyebabkan kegagalan liver(hati).

Saat Tribun-medan.com menyambangi kerumah Fitriani di Jalan Karya Setuju, Medan pada Senin (20/11/2017), kondisi Frederico hanya berbaring dan menangis.

Baca: WOW KEREN! Undangan Pernikahan Bobby-Kahiyang Ayu Pakai Barcode untuk Cegah Penyusup

Sekujur badan menguning, dan hanya bisa merengek menangis menahan rasa sakit. Sesekali ia menggaruk perutnya, dan kembali menangis.

Fitriani mengatakan, operasi transplantasi hati hanya bisa dilakukan di China atau India.

"Saya sudah mencoba membawanya ke RS Murni Teguh, RSUD Adam Malik, RS Sari Mutiara, RS Mata Friska, namun dokter tetap tidak bisa melakukan apapun. Solusi kata dokter harus dibawa ke China atau India, karena di Indonesia tidak mampu untuk mengatasi penyakit Atresia Billier, diperkirakan dana mencapai Rp 2 miliar," ujarnya.

Fitriani mengaku, dana sebesar itu tidaklah mudah untuk dicari, suaminya hanya seorang supir pribadi, pendapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbagai cara sudah dilakukan, mulai dari meminta sumbangan dari sosial media, kerabat-kerabatnya dan sanak famili.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved