Longsor Parah Tak Kunjung Ditangani Pemkab, Warga Gotong Royong dengan Alat Seadanya

Bencana alam tanah longsor parah dengan kisaran panjang sekitar 1.200 meter tak juga tuntas diperbaiki

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan/Dedy
Warga swadaya bergotong royong perbaiki akses jalan yang dilanda longsor parah, Rabu (22/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Bencana alam tanah longsor parah dengan kisaran panjang sekitar 1.200 meter tak juga tuntas diperbaiki Pemerintan Kabupaten Simalungun.

Terjadi sejak Mei 2017, warga pun terpaksa swadaya bergotong royong perbaiki longsor dengan alat seadanya, Rabu (22/11/2017).

Lokasi longsor ini terjadi di Kecamatan Tanah Jawa, tepatnya di Nagori Bah jambi Dua Kabupaten Simalungun yang terjadi sejak bulan Mei lalu.

Akibatnya akses jalan sangat terganggu dan sulit dilintasi para pengendara bermotor.

Amatan tribun-medan.com, sekitar 150 warga yang didominasi petani, datang ke lokasi membawa alat seadanya. Mereka mengangkati reruntuhan tanah longsor ke pinggir jalan sepanjang 1.200 meter ini.

Ada juga yang melakukan penimbunan di titik longsor dan melakukan pengerasan tanah.

Warga khawatir terbengkalainya longsor parah ini berakibat longsor susulan. Selain itu akses jalan termasuk penting, sehingga warga berinisiatif melakukan perbaikan.

Rawin Nababan mengatakan sudah lama kesulitan untuk melintas di jalan ini, mereka sulit untuk bepergian. Katanya, warga kecewa dengan kinerja perangkat desa, baik camat mau pun pangulu setempat yang terkesan tidak tanggap.

Mirisnya, kedalaman longsor sekitar 15 meter berakibat juga terhadap pengairan persawahan warga. Banyak sawah yang menjadi rusak.

"Kami bersama masyarakat ini ya bisa melakukan seadanya saja. Sudah sejak Mei camat dan pangulu tidak tanggap. Longsor begini banyak khawatir kami sawah pun ikut rusak," Katanya.

Warga lainnya, mengatakan melakukan ini berdasarkan swadaya masyarakat karena tidak ada perhatian pemerintah. Mereka pun memilih turun langsung ke lokasi meninggalkan pekerjaan sebagai petani.

Hingga saat ini warga masih melakukan upaya perbaikan dan penanggulangan sementara guna mengantisipasi longsor sususlan. Bergotong royong tanoa alat mumpuni hasilnya pun belum maksimal. Longsorasih sangat mengganggu akses jalan.

(Dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved