Duh, BPJS bakal Terapkan Skema Baru untuk 8 Penyakit Penguras Uang, Tidak 100 Persen Ditanggung

"Karena bukan supaya tidak ditanggung, tapi bagaimana BPJS Kesehatan sendiri kemudian juga transparan dalam hal keuangannya,"

Tayang:
KOMPAS/HANDINING
Ilustrasi 

Tahun ini diperkirakan naik menjadi lebih dari Rp10 triliun.

Untuk menekan defisit, banyak langkah diusulkan.

Catatan KONTAN, opsi itu: pertama, meminta Pemda mengalokasikan dana untuk mendukung BPJS Kesehatan.

Kedua, mengusulkan cost sharing untuk penyakit yang butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi (katastropik).

Ketiga, menaikan tarif premi peserta mandiri BPJS. Terakhir, mengalokasi penerimaan cukai rokok untuk menyokong kesehatan keuangan BPJS Kesehatan.

Penting! Ini Kategori Gawat Darurat Versi BPJS Kesehatan 

Banyak di antara kita yang mungkin merasa ribet berobat dengan BPJS Kesehatan

Pasalnya, kita seringkali tidak bisa langsung ke rumah sakit, namun mesti ke Faskes (Fasilitas Kesehatan) 1 dulu tempat kita terdaftar.

Setelah Faskes 1 yang biasanya berupa Puskesmas, klinik, atau dokter keluarga tidak bisa menangani, barulah kita dirujuk ke rumah sakit.

Masalahnya adalah bagaimana kalau sakit yang diderita masuk kondisi darurat? 

Jika kita ke Faskes 1 dulu, tentu tidak efisien. Namun kalau langsung ke rumah sakit, kira-kira bakal dilayani tidak, ya?

Tentunya akan dilayani. Tapi ada syaratnya, yakni sakit yang diderita masuk dalam kondisi darurat versi BPJS. Berikut adalah kategori gawat darurat versi BPJS.

A. Kriteria Gawat Darurat Bagian Anak/Pediatri

        Anemia sedang/berat
        Apnea/gasping (henti napas)
        Bayi/anak dengan ikterus (bayi kuning)
        Bayi kecil/prematur
        Cardiac arrest / payah jantung (
        Cyanotic Spell (tanda penyakit jantung)
        Diare profus (lebih banyak dari 10x sehari BAB cair)
        Difteri (penyakit pernapasan dengan gejala demam, mual, muntah, nyeri tenggorokan, dll)
        Murmur/bising jantung, Aritmia
        Edema/bengkak seluruh badan
        Epitaksis (mimisan), dengan perdarahan lain disertai demam
        Gagal ginjal akut
        Gangguan kesadaran dengan fungsi vital yang masih baik
        Hematuria (gejala urin berwarna merah/cokelat)
        Hipertensi berat
        Hipotensi atau syok ringan hingga sedang
        Intoksikasi atau keracunan (misal: obat serangga) 
        Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital
        Kejang dengan penurunan kesadaran
        Muntah profus (lebih banyak dari 6x dalam satu hari) 
        Panas/demam tinggi yang sudah di atas 40°C
        Sangat sesak, gelisah, kesadaran turun, sianosis dengan retraksi hebat otot-otot pernapasan
        Sesak tapi dengan kesadaran dan kondisi umum yang baik
        Syok berat, dengan nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur
        Tetanus
        Tidak BAK/kencing lebih dari 8 jam
        Tifus abdominalis dengan komplikasi

B. Kriteria Gawat Darurat Bagian Obstetri Ginekologi (Kebidanan & Kandungan)

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved