Duh, BPJS bakal Terapkan Skema Baru untuk 8 Penyakit Penguras Uang, Tidak 100 Persen Ditanggung

"Karena bukan supaya tidak ditanggung, tapi bagaimana BPJS Kesehatan sendiri kemudian juga transparan dalam hal keuangannya,"

Tayang:
KOMPAS/HANDINING
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati turut angkat bicara terkait rencana BPJS Kesehatan yang akan menghapus tanggungan pendanaan terhadap penyakit-penyakit tertentu yang tidak menular.

Sedikitnya ada delapan jenis penyakit yang pendanaannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan dibebankan kepada pasien.

Seperti penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia dan hemofilia.

"Karena bukan supaya tidak ditanggung, tapi bagaimana BPJS Kesehatan sendiri kemudian juga transparan dalam hal keuangannya. "

"Transparan ketika membuat rencana kerja anggaran tahunannya dan transparan di dalam membuat perjanjian-perjanjian baik dengan pelayanan kesehatan maupun pelayanan obat," terang Okky.

Untuk itu, pihaknya meminta agar BPJS Kesehatan memikirkan dan mempertimbangkan tekait rencana tersebut.

Disamping itu, BPJS Kesehatan harus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan sebelum memutukan kebijakan tersebut.

"Saya setuju kalau Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) mengatakan tidak akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan selama BPJS Kesehatan belum memperbaiki sistem administrasi, oprasionalisasi dan lainnya," terang dia.

Mengacu pada UUD 1945, jelas Okky negara memang hadir hadir di dalam kesejahteraan rakyatnya.

Jangan sampai kemudian masyarakat diminta untuk membayar dan menanggung biaya sendiri terhadap penyakit tertentu tersebut.

Beragam persoalan terkait layanan pasien program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS mengemuka di sejumlah daerah.

"Artinya, kalau masyarakat harus membayar sendiri negara tidak hadir untuk mensejahterakan rakyatnya," beber Okky.

"Selama cara berpikir masyarakat itu masih kuratif, bukan preventif selama mereka kalau sakit ada yang mengobati."

"Tapi tidak bagaimana cara hidup yang benar dan baik, maka selama masih kuratif kita pasti akan kebobolan," paparnya. 

Simak videonya;

Alasan BPJS

BPJS Kesehatan terus berupaya mencari jalan untuk mengatasi permasalahan defisit keuangan yang selalu membebani kinerja mereka.

Wacana terbaru dengan akan melibatkan peserta dalam mendanai perawatan penyakit berbiaya tinggi dan berbahaya.

Delapan penyakit yang pendanaannya bisa ditanggung bersama antara BPJS Kesehatan dengan pasien; jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia, dan hemofilia.

Fahmi Idris, Dirut BPJS Kesehatan mengatakan, pembiayaan perawatan penyakit tersebut selama ini cukup menguras kantong BPJS Kesehatan.

Maklum saja, biaya yang harus dirogoh dari kantong BPJS Kesehatan untuk membiayai perawatan penyakit tersebut besar.

Untuk jantung, sepanjang 2016 kemarin, total belanja BPJS Kesehatan yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk membiaya perawatan penyakit tersebut mencapai Rp7,485 triliun.

Untuk kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hepatitis, leukimia, hemofilia masing-masingnya mencapai; Rp2,35 triliun, Rp2,592 triliun, Rp1,288 triliun, Rp485,193 miliar, Rp232, 958 miliar, Rp183,295 miliar dam Rp119,64 miliar.

Jika ditotal, biaya perawatan yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk perawatan penyakit tersebut mencapai Rp14,692 triliun atau 21,84% dari total seluruh biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan pada 2016 kemarin.

"Cost sharing ini harus kami sampaikan supaya masyarakat tidak kaget," katanya Kamis (23/11/2017).

Fahmi mengatakan, masih belum tahu berapa porsi pendanaan perawatan yang akan dibebankan kepada peserta BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan sampai saat ini masih menghitung rincian beban yang akan dikenakan.

Fahmi hanya memastikan, pembagian beban tersebut tidak akan diberikan kepada semua peserta.

Pembagian beban hanya akan dilakukan dengan peserta dari golongan masyarakat mampu. 

Iuran Peserta Mandiri juga akan Dinaikkan

Sejak pertama kali digulirkan tahun 2014 hingga sekarang, keuangan BPJS Kesehatan selalu defisit. Defisit 2016 mencapai Rp9,7 triliun, membengkak dari 2015 sebesar Rp6 triliun.

Tahun ini diperkirakan naik menjadi lebih dari Rp10 triliun.

Untuk menekan defisit, banyak langkah diusulkan.

Catatan KONTAN, opsi itu: pertama, meminta Pemda mengalokasikan dana untuk mendukung BPJS Kesehatan.

Kedua, mengusulkan cost sharing untuk penyakit yang butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi (katastropik).

Ketiga, menaikan tarif premi peserta mandiri BPJS. Terakhir, mengalokasi penerimaan cukai rokok untuk menyokong kesehatan keuangan BPJS Kesehatan.

Penting! Ini Kategori Gawat Darurat Versi BPJS Kesehatan 

Banyak di antara kita yang mungkin merasa ribet berobat dengan BPJS Kesehatan

Pasalnya, kita seringkali tidak bisa langsung ke rumah sakit, namun mesti ke Faskes (Fasilitas Kesehatan) 1 dulu tempat kita terdaftar.

Setelah Faskes 1 yang biasanya berupa Puskesmas, klinik, atau dokter keluarga tidak bisa menangani, barulah kita dirujuk ke rumah sakit.

Masalahnya adalah bagaimana kalau sakit yang diderita masuk kondisi darurat? 

Jika kita ke Faskes 1 dulu, tentu tidak efisien. Namun kalau langsung ke rumah sakit, kira-kira bakal dilayani tidak, ya?

Tentunya akan dilayani. Tapi ada syaratnya, yakni sakit yang diderita masuk dalam kondisi darurat versi BPJS. Berikut adalah kategori gawat darurat versi BPJS.

A. Kriteria Gawat Darurat Bagian Anak/Pediatri

        Anemia sedang/berat
        Apnea/gasping (henti napas)
        Bayi/anak dengan ikterus (bayi kuning)
        Bayi kecil/prematur
        Cardiac arrest / payah jantung (
        Cyanotic Spell (tanda penyakit jantung)
        Diare profus (lebih banyak dari 10x sehari BAB cair)
        Difteri (penyakit pernapasan dengan gejala demam, mual, muntah, nyeri tenggorokan, dll)
        Murmur/bising jantung, Aritmia
        Edema/bengkak seluruh badan
        Epitaksis (mimisan), dengan perdarahan lain disertai demam
        Gagal ginjal akut
        Gangguan kesadaran dengan fungsi vital yang masih baik
        Hematuria (gejala urin berwarna merah/cokelat)
        Hipertensi berat
        Hipotensi atau syok ringan hingga sedang
        Intoksikasi atau keracunan (misal: obat serangga) 
        Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital
        Kejang dengan penurunan kesadaran
        Muntah profus (lebih banyak dari 6x dalam satu hari) 
        Panas/demam tinggi yang sudah di atas 40°C
        Sangat sesak, gelisah, kesadaran turun, sianosis dengan retraksi hebat otot-otot pernapasan
        Sesak tapi dengan kesadaran dan kondisi umum yang baik
        Syok berat, dengan nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur
        Tetanus
        Tidak BAK/kencing lebih dari 8 jam
        Tifus abdominalis dengan komplikasi

B. Kriteria Gawat Darurat Bagian Obstetri Ginekologi (Kebidanan & Kandungan)

        Abortus (aborsi, keguguran)
        Distosia (kesulitan melahirkan normal)
        Eklampsia (keracunan kehamilan gejalanya tensi tinggi, sakit kepala, muntah, dll)
        Kehamilan ektopik terganggu (KET) (hamil di luar kandungan)
        Perdarahan antepartum
        Perdaragan postpartum
        Inversio uteri (kondisi rahim terbalik atau alami gangguan)
        Febris puerperalis (peradangan di semua alat genitalia, suhu tubuh tinggi)
        Hiperemesis gravidarum dengan dehidrasi (mual muntah parah)
        Persalinan kehamilan risiko tinggi dan/atau persalinan dengan penyulit

C. Kriteria Gawat Darurat Bagian Bedah
        Abses serebri
        Abses submandibula
        Amputasi penis
        Anuria
        Appendiksitis akut
        Atresia Ani
        BPH dengan retensi urin
        Cedera kepala berat
        Cedera kepala sedang
        Cedera vertebra/tulang belakang
        Cedera wajah dengan gangguan jalan napas
        Cedera wajah tanpa gangguan jalan napas namun termasuk:

         {a} patah tulang hidung terbuka/tertutup;

         {b} Patah tulang pipi (os zygoma) terbuka dan tertutup;

         {c} Patah tulang rahang (os maksila dan mandibula) terbuka dan tertutup;

         {d} luka terbuka di wajah
       

        Selulitis
        Kolesistitis akut
        Korpus alienum pada: {a] intra kranial; {b} leher; {c} dada/toraks; {d} abdomen; {e} anggota gerak; {e} genital
        Cardiovascular accident tipe perdarahan
        Dislokasi persendian
        Tenggelam (drowning)
        Flail chest
        Fraktur kranium (patah tulang kepala/tengkorak)
        Gastroskisis
        Gigitan hewan/manusia
        Hanging (terjerat leher?)
        Hematotoraks dan pneumotoraks
        Hematuria
        Hemoroid tingkat IV (dengan tanda strangulasi)
        Hernia inkarserata
        Hidrosefalus dengan peningkatan tekanan intrakranial
        Penyakit Hirschprung
        Ileus Obstruksi
        Perdaraha Internal
        Luka Bakar
        Luka terbuka daerah abdomen/perut
        Luka terbuka daerah kepala
        Luka terbuka daerah toraks/dada
        Meningokel/myelokel pecah

        Trauma jamak (multiple trauma)
        Omfalokel pecah
        Pankreatitis akut
        Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah
        Patah tulang iga jamak
        Patah tulang leher
        Patah tulang terbuka
        Patah tulang tertutup
        Infiltrat periapendikuler
        Peritonitis generalisata
        Phlegmon pada dasar mulut
        Priapismus
        Perdarahan raktal
        Ruptur tendon dan otot
        Strangulasi penis
        Tension pneumotoraks
        Tetanus generalisata
        Torsio testis
        Fistula trakeoesofagus
        Trauma tajam dan tumpul di daerah leher
        Trauma tumpul abdomen
        Traumatik amputasi
        Tumor otak dengan penurunan kesadaran
        Unstable pelvis
        Urosepsi

D. Kriteria Gawat Darurat Bagian Kardiovaskuler (Jantung & Pembuluh Darah)
        Aritmia
        Aritmia dan rejatan/syok
        Korpulmonale dekompensata akut
        Edema paru akut
        Henti jantung
        Hipertensi berat dengan komplikasi (misal: enselofati hipertensi, CVA)
        Infark Miokard dengan kompikasi (misal: syok)
        Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC
        Krisis hipertensi
        Miokardititis dengan syok
        Nyeri dada (angina pektoris)
        Sesak napas karena payah jantung
        Pingsan yang dilatari oleh penyakit/kelainan jantung

E. Kriteria Gawat Darurat Bagian Mata
        Benda asing di kornea mata/kelopak mata
        Blenorrhoe/ Gonoblenorrhoe
        Dakriosistisis akut
        Endoftalmitis/panoftalmitis
        Glaukoma akut dan sekunder
        Penurunan tajam penglihatan mendadak (misal: ablasio retina, CRAO)
        Selulitis orbita
        Semua kelainan kornea mata (misal: erosi, ulkus/abses, descematolisis)
        Semua trauma mata (misal: trauma tumpul,  trauma tajam/tembus)
        Trombosis sinus kavernosus
        Tumor orbita dengan perdarahan
        Uveitis/skleritis/iritasi

F. Kriteria Gawat Darurat Bagian Paru
        Asma bronkiale sedang – parah
        Aspirasi pneumonia
        Emboli paru
        Gagal napas
        Cedera paru (lung injury)
        Hemoptisis dalam jumlah banyak (massive)
        Hemoptoe berulang
        Efusi plura dalam jumlah banyak (massive)
        Edema paru non kardiogenik
        Pneumotoraks tertutup/terbuka
        Penyakit Paru Obstruktif Menahun dengan eksaserbasi akut
        Pneumonia sepsis
        Pneumotorak ventil
        Status asmatikus
        Tenggelam

G. Kriteria Gawat Darurat Bidang Penyakit Dalam
        Demam berdarah dengue (DBD)
        Demam tifoid
        Difteri
        Disekuilibrium pasca hemodialisa
        Gagal ginjal akut
        GEA dan dehidrasi
        Hematemesis melena
        Hematochezia
        Hipertensi maligna
        Keracunan makanan
        Keracunan obat
        Koma metabolik
        Leptospirosis
        Malaria
        Observasi rejatan/syok

H. Kriterita Gawat Darurat Bidang THT
        Abses di bidang THT-KL
        Benda asing di laring, trakea, bronkus dan/atau benda asing tenggorokan
        Benda asing di telinga dan hidung
        Disfagia
        Obstruksi jalan napas atas grade II/III Jackson
        Obstruksi jalan napas atas grade IV Jackson
        Otalgia akut
        Parese fasialis akut
        Perdarahan di bidang THT
        Syok karena kelainan di bidang THT
        Trauma akut di bidang THT-KL
        Tuli mendadak
        Vertigo (berat)

I. Kriteria Gawat Darurat Bidang Syaraf
        Kejang
        Stroke
        Meningoensefalitis

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul “Ini 8 penyakit yang turut dibiayai peserta BPJS”.

Berita Ini Sudah Tayang di Tribun Style dengan Judul Siap-siap, BPJS Kesehatan Rencana Hapus Tanggungan 8 Penyakit Ini! 

                                                                                 ***

                                                                                    BACA JUGA BERITA LAINNYA

                                                                                     #BeritaTerkini

 Lihat Foto-foto Presiden Jokowi dan Keluarga saat Manortor di Pesta Adat Kahiyang-Bobby

Cerita Luhut Panjaitan kepada Presiden Memaklumi Kesangaran Orang Sumut, Hatinya Halus kok

Ngunduh Mantu Presiden, Wisatawan Mancanegara Menunggu Sejak Pagi Mau Lihat Kirab Budaya

                                                             #BeritaSeleb

Berisi Foto-foto Vulgar, Nikita Mirzani Bantah Buku The N4ked Nikita Dijual Terlalu Murah

 Via Vallen dan Keluarga Liburan ke Turki, Netizen Soroti Bagian Celananya

 VIDEO Menilik Apartemen Super Mewah Jennifer Dunn Senilai Rp 20 Miliar

Mobil Dewi Perssik Paksa Masuk Jalur Busway, Petugas Sempat Diteriaki dengan Kata-kata Kasar

                                                                               #BreakingNews

Gunung Agung Meletus Dahsyat, Status Merah, Ini Jadwal Penerbangan yang Dibatalkan

Gunung Agung Meletus, Beberapa Desa Tertutup Abu Vulkanik, Lihat Videonya

Abu Vulkanik Membumbung Tinggi, tak Boleh Ada Aktivitas pada Jarak 7,5 KM

                                                                                                #Alamak

 Kasus Mesum Artis Aceh, Senator Haji Uma Sekaligus Seniman Merasa Sangat Terpukul

Ternyata Cewek Lebih Santai Waktunya Nonton Film Dewasa Daripada Laki-laki, Ini Faktanya!

Suami Sampai Pasang CCTV untuk Mengungkap Pencuri Celana Dalam Istri 

                                                                                                      #Sport

Suksek Ciptakan Gol dan Bawa PSMS ke Final Liga 2, Choiril Hidayat Persembahkan Buat 2 Orang Ini

SELAMAT PSMS! Dua Anggota TNI Antarkan Tim Ayam Kinantan ke Liga 1 Musim 2018

Mantap! Gol Frets Butuan dan Dimas Drajad Antar PSMS Medan ke Final Liga 2

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved