Pokemon Go Tak Populer Lagi, Mahasiswa USU Temukan Aplikasi yang Tak Kalah Menarik

Mahasiswa program studi Teknologi Informasi Fasilkom-TI USU ini berhasil menciptakan aplikasi sejenis

Editor: Salomo Tarigan
Siti Fatimah (IST)

Laporan Wartawan Tribun-Medan/ Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seakan tak ada habisnya,  kali ini kembali generasi muda Indonesia menemukan penemuan mutakhirnya. Siti Fatimah,  Mahasiwa USU yang mengembangkan aplikasi Augmented Reality.

 Mahasiswa program studi Teknologi Informasi Fasilkom-TI USU ini berhasil menciptakan aplikasi sejenis yang diberi nama Augmented Reality (AR) Satwa Langka Indonesia.

Menurut Siti, meski aplikasi ini hanya bisa digunakan di desktop komputer, tapi ide dapat memotivasi. Menurutnya, masih sangat jarang  pemuda Indonesia yang mampu menciptakan teknologi yang menggabungkan dunia virtual dengan nilai edukasi.

"AR itu sendiri merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata , kemudian memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam dunia nyata," ujarnya kepada tribun-medan.com, Selasa (28/11/2017).

Siti menjelaskan dengan aplikasi buatanya itu, mampu menghadirkan berbagai hewan langka, seperti badak, komodo, harimau Sumatera dan hewan langka lainnya, di sekeliling kita yang seolah-olah nyata, karena sama persis dengan aslinya. 

 
“Namun hewan yang berkeliaran itu hanya bisa dilihat di dalam komputer,”ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui aplikasi ini, setiap penggunanya bisa melihat hewan langka tersebut dengan jelas, bahkan bisa ikut mengajaknya berinteraksi. Seperti memberi perintah berlari atau duduk untuk berfoto di sekitar pengguna. 

Baca: Donny Siregar Ingatkan Manajemen PSMS Medan Perkuat Financial

Baca: Lihat Detik-detik Rumah Hanyut Tersapu Banjir Bandang

Siti bercerita, dirinya bersama timnya menciptakan aplikasi tersebut guna memberi nilai edukasi kepada anak-anak untuk lebih mengetahui informasi tentang hewan yang sudah hampir punah tersebut.

Ia menjelaskab, ide brilian tersebut pertama kali muncul saat menonton Channel National Geographic TV pada tahun 2015. Tayangan tersebut menampilkan aplikasi AR yang menampilkan sosok dinosourus yang bisa diajak foto di sebuah pusat perbelanjaan. 

 “Ketika kami melihat tayangan itu kebetulan kami sedang mencari ide skripsi. Lalu kami memberanikan diri untuk menjadikan aplikasi ini untuk jadi judul penelitian,” kenang Siti.

Siti menuturkan,memilih penelitian ini termasuk perbuatan nekat, karena jurusan yang dipilihnya tidak fokus mempelejari apa yang ditelitinya .

 “ Dalam pengerjaanya saya belajar otodidak dengan lebih banyak melihat youtube dan beberapa jurnal luar negeri," jelasnya. 

Namun ia mengaku merasa beruntung karena para dosen juga mendukung penelitian ini dengan membiyai pembelian berbagai software dengan harga yang mahal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved