Pria Gimbal Ini Berendam di Lahar Dingin Gunung Agung, Mengaku Ditarik Kekuatan Spiritual
Banyak yang menilai jika melukat yang dilakukan oleh Jero Kuncir hanyalah untuk mencari sensasi belaka.
Sesampainya di lokasi, ia merasakan energi yang sangat kuat dari lahar dingin yang disentuhnya.
"Saat saya menyentuh dan mencelupkan kaki saya merasakan energi yang luar biasa. Dan saya punya hati nurani dan feeling, saya harus melukat di sini," terang pemuja Siwa ini.
Pria asal Buleleng ini kemudian melukat seadanya dengan membawa canang, dan kopi susu sebagai persembahan.
Saat melukat, Jero Kuncir awalnya mengaku hanya membasuh beberapa bagian tubuhnya dengan lahar dingin.
Namun ia merasa ada yang kurang. Hingga akhirnya ia merasa ada tarikan dari arah utara dan memunculkan keinginan untuk merendam seluruh tubuhnya.
Ia menegaskan tujuannya melukat adalah untuk peleburan energi negatif dalam tubuhnya dan memohon keselamatan semesta.
Bertemu dengan Jero lainnya
Saat melukat, secara kebetulan ia bertemu dengan seorang Jero Mangku lainnya.
Jero Mangku tersebut bercerita bahwa semalam ia bermimpi bertemu seseorang untuk menyuruhnya melukat, namun sebelum itu, harus menunggu kedatangan orang lainnya untuk ikut melukat bersama.
"Jero Mangku bilang mungkin saya orang yang diajak melukat bersama seperti petunjuk dalam mimpinya. Saya memang saat itu ingin melukat," tuturnya.
Mendapat kawan, Jero Kuncir pun semakin yakin untuk melukat di lahar dingir.
Jero kuncir meyakini, lahar dingin adalah energi peleburan dan sangat bagus untuk melukat, pemujaan Siwa serta permohonan keselamatan untuk semesta.

Hampir terseret arus
Jero Mangku yang ditemuinya itu kemudian mengajak Jero Kuncir untuk ke lokasi di mana ada pertemuan antara Tukad Unda dengan sungai lain.
Lokasi tersebut dirasa sebagai tempat yang tepat untuk melukat.