Hati-hati, Walau Berprotein Tinggi Keong Sawah Beracun, Begini Cara Benar Memasaknya
Keong Sawah, biasa disebut tutut atau kraca, sudah terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi.
Di Indonesia, khususnya, banyak sekali daerah yang mengolah keong sawah menjadi makanan sehari-hari.
Contohnya di Purwokerto, keong sawah selalu jadi menu andalan berbuka puasa tiap bulan Ramadan.
Di daerah Solo dan sekitarnya, keong sawah diolah menjadi rica-rica dan sate keong yang dijual hampir di seluruh amgkringan pinggir jalan.
Budaya mengonsumsi keong sawah memang sudah marak sejak zaman dahulu kala.
Mulanya keong sawah dikonsumsi karena rasanya yang enak dan murah.
Bahkan, tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli karena sudah tersedia di sekitar masyarakat.
Meski kandungan proteinnya tinggi dan baik untuk tubuh, keong sawah juga sekaligus membawa bahaya.
Keong sawah biasanya kotor dan penuh lumpur sehingga rawan membawa parasit dan cacing.
Keong sawah juga membawa sisa pestisida di tubuhnya sehingga membuatnya beracun.
Tidak perlu khawatir, Anda tetap bisa mengonsumsi keong sawah dengan aman.
Cara mengolah keong sawah yang paling penting agar aman dikonsumsi adalah dengan mencuci bersih keong sawah.
Ini adalah cara mengolah keong sawah yang benar :
1. Rendam
Rendam keong sawah di air bersih selama 2 jam lalu sikat cangkang sampai bersih dari lumpur dan lumut.
2. Rebus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keong-sawah1_20171205_164213.jpg)