Breaking News

Tanamkan Pancasila, Pramuka Subaria Berkemah di Hutan Aek Nauli saat Libur Sekolah

Anak-anak dari berbagai suku, agama, bahasa lokal, supaya mereka menghayati arti Bhinneka

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Ratusan kemah Pramuka Tamansiswa berdiri di kawasan hutan Aek Nauli dalam rangka Perkemahan Budi Pekerti III, Rabu (20/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Anggota Pramuka Taman Siswa Daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau (Subaria) punya cara sendiri mengisi waktu libur bermanfaat. Tahun ini, Pramuka Taman Siswa Subaria mengikuti Perkemahan Budi Pekerti III di Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/12/2017)

Anggota Pramuka Taman Siswa Subaria hadir dari 34 cabang pramuka. Sekitar 2.000 anggota beserta para pembina juga penegak hadir berseragam lengkap pramuka, saat pembukaan Perkemahan Budi Pekerti III.

Ratusan kemah Pramuka Tamansiswa berdiri di kawasan hutan Aek Nauli dalam rangka Perkemahan Budi Pekerti III, Rabu (20/12/2017).
Ratusan kemah Pramuka Tamansiswa berdiri di kawasan hutan Aek Nauli dalam rangka Perkemahan Budi Pekerti III, Rabu (20/12/2017). (TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan)

"Ini yang ketiga, kelanjutan Perkemahan Budi Pekerti sebelumnya, di mana di Balai Kehutanan Aek Nauli Simalungun. Pada kegiatan ini ada 2.000 peserta dari 34 cabang Taman Siswa yang ada di Subaria.Tujuan adalah untuk meningkatkan silaturahmi antar siswa. Temanya meningkatkan kebersamaan, budi pekerti dan kepemimpinan se-Subaria, kata Iman Suzaini, Pembimbing Daerah Subaria.

Ketua Majelis Luhur Tamansiswa, Prof. Dr. Sri Edi Swasono menyampaikan, lewat perkemahan yang digelar selama tiga hari ini, masing-masing sekolah membuat kemah sembari mengajarkan kemandirian dan bagaimana bertahan hidup di alam bebas. Penanaman nilai-nilai Kebhinnekaa dan Pancasila adalah tujuan utama acara ini digelar.

"Tujuan perkemahan ini adalah untuk memperdalam watak Ketamansiswaan, yang berpekerti luhur. Dan baiknya ini semacam extrakurikuler, di waktu libur mendidik anak untuk kumpul. Anak-anak dari berbagai suku, agama, bahasa lokal, supaya mereka menghayati arti Bhinneka. Dan mereka semua pakai baju seragam, maka mereka menjadi Bhinneka Tunggal Ika," katanya sambil mendatangi setiap kemah peserta

"Tadi dibacakan Pancasila, Nah, Pancasila adalah baju seragam ideologi bangsa. Kita Bhinneka dan bajunya seragam, kita berbangsa juga beragam dan bajunya satu yang namanya Pancasila, maka satu lah dia," paparnya.

Baca: Universitas Nomensen Mencekam, Puluhan Pemuda Saling Lempar Batu dan Bawa Kayu Panjang

Baca: Hakim Vonis Mati Togiman, Kendalikan Peredaran Narkoba dari Lapas Tanjunggusta

"Di sini mereka berpraktik melihat langsung perbedaan untuk bisa bertoleransi yang Indah. Perbedaan adalah keindahan, dan kita toleransi untuk perbedaan yang indah. Taman siswa tidak hanya bisa makan, tapi menanam pohon, bukti mengajarkan cinta tanah air. Mereka wajib mengembalikan oksigen yang mereka hirup dengan menanam kembali pohon kehidupan," pungkasnya.

Peserta Pramuka Taman Siswa Saburia, Nisa mengaku senang bisa mengisi liburan sambil belajar dekat dengan alam. Ia merasakan keanekaragaman suku, bahasa, agama dari berbagai sekolah bisa saling bertukar budaya.

"Rasa senang bisa ketemu sesama pramuka daei berbagai sekolah, ada yang dari Riau, Padang. Kami juga bisa belajar mandiri di tengah hutan ini bersama," ujarnya.

Pada acara ini Bupati Simalungun JR Saragih berhalangan hadir lantaran jadwal peresmian gereja di Raya. JR diwakilkan oleh Wakil Bupati Simalungun, Amran Sinaga dan rombongan.(Dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved