Warga Binaan Lapas Binjai Ubah Sampah Jadi Hiasan Bunga dan Karya Seni Bernilai Jual
Dari limbah tersebut, Usman mampu berkarya dan menghasilkan hiasan dari sampah tersebut.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Salomo Tarigan
Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sampah di pandangan sebagaian orang merupakan material sisa yg sudah tidak terpakai dan tidak memiliki nilai manfaat. Namun tidab bagi Usman alias Baray 38) yang merupakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Binjai.
Di tangannya, sampah atau limbah plastik disulap menjadi sebuah kerajinan tangan yang bernilai jual. Dari limbah tersebut, Usman mampu berkarya dan menghasilkan hiasan dari sampah tersebut.
"Iseng aja. Sudah beberapa tahun buat ini (hiasan bunga) kalau lagi enggak ngapa-ngapain," ujarnya, Jumat (22/12/2017).
Dia berujar keisengannya itu untuk mengisi hari-harinya selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan yang terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 72, Binjai tersebut.
Baca: Bawaslu: Ini Daerah Rawan dan Berpotensi Terjadi Kecurangan saat Pilkada
Baca: Syahdunya Suara Paduan Suara Siswi SMA 2 di Perayaan Natal PD PAUS, Tonto Videonya
Kemampuannya terus dia tingkatkan untuk mengembangkan seni kerajinan tangan ini. Maklum saja, proses pidana yang harus Usman jalani cukup panjang, yakni 5 tahun 6 bulan.
Saat ini, Usman baru menjalani masa hukuman lebih kurang 4 tahun di Lapas Kelas IIA Binjai.
"Sudah dijual-jual ke keluarga orang-orang (narapidana) di sini kalau datang. Lumayanlah," katanya saat ditanyai tentang kerajinan tangannya. Saat ini Usman sudah berhasil menjual sejumlah hasil kerajinannya di dalam Lapas tersebut.
Kepala Lapas Budi Situngkir mengaku berkomitmen akan terus mendukung setiap hal positif yang dilakukan oleh warga binaan dan berupaya terus memfasilitasi mereka.
"Kita bantu dan dukung untuk warga binaan yang mau melakukan hal yang sama. Kita fasilitasi kebutuhan mereka untuk mengasah bakat dan kreativitas mereka ini," katanya.
Ini dibuktikan dengan akan segera disediakannya sebuah ruangan khusus sebagai bengkel kerja dan sekaligus tempat untuk memajang hasil karya para warga binaan di dalam lapas.
Budi berharap masyarakat juga mau memberikan ruang bagi hasil warga binaan agar dapat dipasarkan. Seperti di tempat-tempat wisata kuliner ternama di Kota Medan.
Hal senada juga disampaikan oleh Pembina Yayasan Inspirasi Bangsa Wanda Syahputra. Dirinya mengaku terpanggil dan ingin mengembangkan kreativitas Usman dan warga binaan yang lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lapas-binjai-budi-situngkir_20171222_170129.jpg)