Breaking News:

Banser NU Dikafir-kafirkan karena Menjaga Gereja, Gus Yaqut Bilang Gini

Yaqut mengatakan dalam upaya Banser ini, tak sedikit mereka menghadapi 'fitnah' dan 'bully' dari kelompok lain.

Editor: Tariden Turnip
TWITTER ANSOR JATIM
Banser Riyanto meninggal di Mojokerto tahun 2000 saat menjaga gereja yang merayakan Natal. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sekitar dua juta personil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dari Gerakan Pemuda Ansor tahun ini dikerahkan untuk menjaga gereja-gereja selama perayaan Natal di Indonesia, yang dianggap 'kafir' oleh sejumlah kelompok Muslim.

Menjaga gereja-gereja di seluruh Indonesia telah dilakukan Banser, bekerja sama dengan kepolisian, selama puluhan tahun untuk "memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara Nasrani kita", kata ketua umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.

Yaqut mengatakan dalam upaya Banser ini, tak sedikit mereka menghadapi 'fitnah' dan 'bully' dari kelompok lain.

"Kami selalu dikafir-kafirkan, menjaga gereja itu berarti kami ikut dalam keyakinan saudara kami Kristiani... Kita bandingkan sekarang, saudara-saudara Nasrani tiap hari mendengar suara azan lima kali dan ada pengajian di banyak tempat, apa keimanan mereka berubah? Tidak," kata Yaqut kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

"Kalau kemudian ada Muslim yang ikut menjaga gereja dan keimanan berubah, yang salah Muslimnya. Kalau ada yang khawatir jaga gereja, dan terganggu keimanannya, orang ini keimanannya pasti belum beres," tambahnya.

Baca: Dua Kali Bunyi Dentuman Misterius di Batam, TNI AL dan Polda Turun Tangan

Baca: Meresahkan! Aksi Pria Nyaris Tebas Korbannya Pakai Arit

Baca: Bripda AR Tertangkap Selingkuh dengan Polwan di Kamar Hotel, Sengaja Tinggalkan Tugas Jaga

Fitnah lain, kata Yaqut yang mereka hadapi termasuk 'dibilang banser nyari proyek, nyari beras'. "Buat kita suara seperti itu tak penting."

Pastur di Katedral Jakarta, Christoforus Kristiono Puspo, menyebut langkah yang dilakukan Banser NU setiap tahun ini sebagai sesuatu "yang sangat indah."

Halaman
123
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved