Pilkada Serentak 2018
Deddy Mizwar Si Naga Bonar Ditinggal Gerinda PKS, Malah Berjodoh Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar
Ditinggal dua partai yang digadang mengusungnya di Pilgub Jabar, Deddy Mizwar malah bertemu langsung jodohnya.
TRIBUN-MEDAN.com - Ditinggal dua partai yang semula digadang mengusungnya di Pilgub Jabar, Deddy Mizwar malah bertemu langsung jodohnya.
Si Naga Bonar ini malah jadi pendamping Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Demiz akan menjadi cawagub Dedi dan Golkar Demokrat membentuk Koalisi Sajajar.
Gerindra dan PKS akhirnya meninggalkan Demiz. Kedua partai ini berkoalisi dengan PAN mengusung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Muhammad Syaikhu untuk Pilkada Jawa Barat 2018.
Koalisi Sajajar digagas Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam menghadapi Pilkada Jawa Barat 2018.
Kedua partai tersebut juga telah bersepakat mengusung Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar sebagai pasangan calon.
Bahkan, keduanya sudah mengagendakan untuk mendaftar ke KPU Jawa Barat pada 9 Januari 2018.
Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan jodohnya dalam pilkada yang selalu bersama tokoh berawalan huruf D.
Pada Pilkada Purwakarta 2008, misalnya, Dedi berpasangan dengan tokoh bernama Dudung B Supardi. Sementara pada Pilkada Purwakarta 2013, Dedi mengaku berpasangan dengan tokoh bernama Dadan Koswara.
“Seperti ada makna berpasangan dengan tokoh yang namanya berawalan huruf D. Jadi, kalau sekarang ditanya siapa gubernur dan wakil gubernur, jawabannya sama-sama D. Bahkan, sekarang sama-sama DM dan sama-sama Dedi,” ucapnya dalam rilis yang diterimaKompas.com, Kamis (28/12/2017).
Namun, Koalisi Sajajar belum memutuskan konfigurasi nama untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur Jabar. Sebab, menurut Dedi, fokus koalisi yang dibangun bukanlah soal bagi-bagi kekuasaan, melainkan tentang kesepahaman dalam membangun Jabar.
“Fokus kami bukan itu, tetapi visi pembangunan Jawa Barat. Dalam koalisi, kami harus menciptakan kesetaraan dan kesejajaran agar tercipta chemistry,” katanya.
Basis koalisi yang tercipta di Pilkada Jawa Barat juga diproyeksikan Dedi dapat berimplikasi pada pilkada di kabupaten/kota. Sebagai ketua partai, pihaknya terus membangun kesepahaman agar pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita lihat nanti, kami ingin ada kesepahaman tentunya,” ujarnya.
Saat ini, Koalisi Sajajar masih terbuka untuk semua partai. Koalisi ini pun telah menjalin komunikasi politik dengan PKB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dua-d_20171228_154634.jpg)