Sahlul Keberatan Bila Dukungan Golkar Terhadap Tengku Erry Nuradi Dicabut

Menurut Sahlul, pemilihan Erry sebagai sosok yang akan diusung pada 2018 mendatang sudah melalui mekanisme.

Penulis: Tulus IT |
TRIBUN MEDAN/Nanda F Batubara
Tim 10 DPD Golkar Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Nanda F Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kordinator Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua Tim Penjaringan Calon Wakil Gubernur DPD Golkar Sumut Sahlul Umur Situmeang, mengaku keberatan bila DPP Golkar akan menarik dukungan dari Tengku Erry Nuradi sebagai Calon Gubernur Sumut 2018-2023.

Menurut Sahlul, pemilihan Erry sebagai sosok yang akan diusung pada 2018 mendatang sudah melalui mekanisme.

"Kita harus komitmen dengan yang kita putuskan. Kalau asal main putus cabut saja, lama-lama ditinggal rakyat partai kita ini," kata Sahlul, Minggu (31/12/2017).

Menurut Sahlul, penarikan dukungan dari Erry tidak pernah dibahas pada rapat-rapat Tim Pilkada Pusat DPP Golkar.

Oleh karena itu, Sahlul berpendapat DPP Golkar masih tetap meletakkan dukungan kepada Erry.

Baca: Pilgub Sumut Sebentar Lagi, KPU Minta Disdukcapil Tuntaskan Rekam e-KTP Warga

"Jika harus ditarik dukungan itu, ya, harus sesuai mekanisme. Karena Tengku Erry diusung Golkar juga lewat mekanisme, bahkan melalui survei yang sudah dilakukan. Sampai saat ini survei meletakkan nama Tengku Erry di posisi teratas elektabilitasnya. Jadi tak bisa dicabut begitu saja," katanya.

Menurut Sahlul, penyabutan dukungan mesti dilandaskan pada keinginan kader di daerah. Contohnya, kata dia, seperti yang terjadi terhadap Ridwan Kamil jelang Pilkada Jabar.

Menurutnya, jika ada perubahan dalam keputusan terkait Pilgubsu dan Pilkada di Sumut lainnya, harus ada usulan dari pengurus provinsi dan kabupaten/kota di Sumut.

Sedangkan untuk di Sumut, menurut Sahlul, pengurus partai Golkar di tingkat daerah masih mendukung Erry.

"Kawan-kawan pengurus Golkar di kabupaten dan kota menerima Tengku Erry. Bukan kah Ketua Umum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto pernah berjanji akan lebih menyerahkan urusan Pilkada ke pengurus di daerah?" ujar Sahlul.

Sebelumnya, sejumlah pengurus DPP Golkar menemui Erry di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Tengku Daud, Medan, pada Kamis (28/12) malam lalu.

Mereka menyampaikan rencana menarik dukungan dari Erry sebagai Bakal Calon Gubernur Sumut 2018-2023.

"Belum ada surat, tapi itu (penarikan dukungan) sudah kita sampaikan langsung ke Pak Erry," kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera I (Aceh dan Sumut) DPP Golkar Andi Sinulingga, Jumat (29/12/2017). 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved