Edisi Cetak Tribun Medan

Legawa, Tengku Erry Dampingi Edy Rahmayadi - Ijeck Mendaftar ke KPU Sumut

Ia pun turut mendaftarkan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah untuk mengikuti kontestasi pada 27 Juni mendatang.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Bakal calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (tengah) bersama bakal calon wakil gubernur Musa Rajeckshah (kanan) berbincang dengan Ketua DPW NasDem Tengku Erry Nuradi (kiri) saat mendaftar ke KPU Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/1/2018). Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah (ERAMAS) yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Golkar, NasDem dan Hanura, mendaftar ke KPU untuk maju dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut periode 2018 - 2023. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah NasDem Sumatera Utara (Sumut) yang masih menjabat sebagai Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi merasa legawa dan ikhlas tidak dapat maju sebagai sebagai calon gubernur pada Pilkada 2018.

Ia pun turut mendaftarkan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah untuk mengikuti kontestasi pada 27 Juni mendatang.

"Kita harus realistis melihat kondisi yang ada. Kita sama-sama sudah berusaha dan kenyataannya seperti yang kita lihat. Syarat minimal tidak bisa kita dapatkan, jadi harus realistis. Saya harap kita bisa menerima ini dengan legawa," kata Erry kepada Harian Tribun/Tribun-Medan.com dan wartawan lainnya, Senin (8/1/2018).

Erry menjadi sorotan karena ketegarannya atas kondisi yang terjadi jelang pendaftaran Pilgub Sumut 2018-2023.

Pasalnya, Erry selaku gubernur petahana atau incumbent semula digadang-gadang bakal menjadi peserta, bahkah sudah dideklarasikan Partai NasDem pada 13 Novmber silam, kini punya peluang tipis untuk maju.

Baca: Hari Kedua, JR Saragih-Ance Mendaftar ke KPU Sumut Diiringi Ratusan Pendukung

Sebab, sejumlah partai yang awalnya mendukung Erry justru mengalihkan dukungan ke Edy Rahmayadi beberapa hari jelang pendaftaran. Selain Golkar, NasDem juga mengalihkan dukungannya.

PKPI dan PKB juga dikabarkan meninggalkan Erry. Padahal, Erry merupakan Ketua DPW NasDem Sumut. Alhasil, Erry tidak memiliki perahu politik untuk dapat mendaftar.

Erry pun mencurahkan isi hatinya. Tidak ada kata dendam yang keluar dari mulut suami Evi Diana Sitorus tersebut.Erry mengaku legawa dan menerima dengan lapang hati atas kondisi ini.

Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh pihak yang selama ini mendukungnya.

Baca: Pendukung Tak Henti-Hentinya Nyanyikan Yel-yel untuk JR Saragih-Ance

"Saya hanya menjalankan mekanisme demokrasi. Kita berusaha, karena sesuai aturan harus didukung 20 persen kursi, tapi ternyata ada partai yang menarik diri sehingga, saya tidak bisa maju. Ya tentu ini harus kita terima dengan lapang hati," kata Erry.

Erry mengenakan seragam khas NasDem, kemeja dominan warna biru, datang bersama jajaran pengurus DPW NasDem Sumut lainnya mengantar Edy - Ijeck --sapaan Musa Rajeckshah-- ke Kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, kemarin.

Setibanya di lokasi, sekitar pukul 11:00 WIB, Erry masuk ke Kantor KPU Sumut. Beberapa menit kemudian, ia keluar. Sedangkan para pimpinan partai lain masih menunggu proses pendaftaran di dalam kantor.

Erry pun melayani sejumlah jurnalis yang menunggu komentarnya. Erry melontar senyum saat meladeni berbagai pertanyaan. merasa legawa dan ikhlas karena memiliki peluang kecil mendaftar turut berpartisipasi pada Pilgub Sumut 2018-2023 mendatang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved