Pilkada Serentak 2018 Perang Para Jenderal, Deddy Mizwar: Saya Jenderal Naga Bonar!

Bakal calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Pilkada Jawa Barat 2018 akan berbeda dari Pilkada Jawa Barat 2013.

Editor: AbdiTumanggor
Kolase Tribun Medan/NET
Deddy Mizwar 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bakal calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Pilkada Jawa Barat 2018 akan berbeda dari Pilkada Jawa Barat 2013.

“Kalau 2013 itu perang bintang, ada Deddy Mizwar, ada Dede Yusuf, ada Rieke Dyah Pitaloka,” ujar Deddy Mizwar dalam sambutannya saat deklarasi pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Dua DM) di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (10/1/2018).

Tahun 2018 ini, kata Deddy, Pilkada Jawa Barat diramaikan kehadiran para jenderal TNI dan Polri. Dia mengaku siap bersaing dengan para jenderal tersebut.

“2018 ini perang jenderal. Ada Jenderal Sudrajat, Jenderal TB Hasanudin, Jenderal Anton Charliyan, dan Jenderal Naga Bonar," kata Deddy disambut sorak-sorak kader Partai Demokrat dan Partai Golkar yang memenuhi ballroom Sasana Budaya Ganesha.

Deddy menambahkan, tidak mudah membangun Jawa Barat sebagai provinsi terbesar di Indonesia. Namun, dia optimistis pasangan Dua DM bakal membawa perubahan untuk Jawa Barat agar menjadi provinsi yang maju.

“Insya Allah kami akan mendaftarkan diri sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Sebagai provinsi terbesar, pastinya kontestasi pilkada ini membutuhkan kematangan dan kedewasaan,” ucapnya.

PAN Tarik Dukungan dari Deddy Mizwar

Partai Demokrat menerima keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengalihkan mendukung dariDeddy Mizwar kepada Mayjen TNI (Purn) Sudrajat di Pilkada Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo tak mempersoalkan sikap PAN tersebut meski sebelumnya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah menyatakan dukungan untuk Deddy Mizwar.

"Tidak apa-apa, mungkin di Jabar Demokrat belum bersama-sama dengan PAN, tetapi di daerah-daerah lainnya banyak konfigurasi seperti itu. Toh ada 170 Pilkada lainnnya," ujar Roy, kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2017).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Roy mengatakan, awalnya pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM) memang hanya diusung oleh Demokrat dan Golkar. Kemudian, PAN dikabarkan akan merapat.

Sinyelemen itu kian kuat setelah Zulkifli Hasan mengatakan kepada media bahwa hatinya condong kepada Deddy Mizwar, meski belum ada keputusan partai secara resmi.

Teka-teki sikap PAN akhirnya terjawab pada Selasa (9/1/2018).

Dalam keterangan pers, Zulkifli menyatakan bahwa partainya memutuskan untuk merapat dengan koalisi Gerindra dan PKS di Jabar.

Peta dukungan pun berubah. PAN memilih ikut mengusung pasangan calon Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved