Dituding Buang Limbah Sembarangan UD Lautan Kimia Didatangi Polisi

Usaha dagang (UD) Lautan Kimia di Jalan Setia Luhur, Lingkungan V, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia

UD Lautan Kimia di Jalan Setia Luhur, Lingkungan V, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia didatangi polisi karena dituding membuang limbah sembarangan, Kamis (11/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Usaha dagang (UD) Lautan Kimia di Jalan Setia Luhur, Lingkungan V, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia didatangi sejumlah petugas Polsek Helvetia.

Sebab, warga menuding toko yang menjual perlengkapan (sabun) laundry itu membuang limbah sembarangan.

Saat Tribun menyambangi toko tersebut, pemilik toko bernama Ramadan tengah berdialog dengan Panit Binmas Polsek Helvetia, Ipda Suparmin. Saat dikonfirmasi, awalnya Ramadan mengatakan tidak ada apa-apa di tokonya.

"Enggak ada apa-apa. Toko saya enggak ada masalah," katanya, Kamis (11/1/2018). Semula, informasi berkembang toko ini digerebek petugas. Sehingga beberapa jurnalis datang ke toko itu.

"Siapa bilang ini digerebek? Enggak digerebek," kata Ramadan. Namun, Kepala Lingkungan V, Kelurahan Dwikora, Ade mengatakan kedatangan polisi karena ada laporan warga.

Baca: Hotman Paris Tawarkan Tas Mewah kepada Roro Fitria Agar Mau Menikah dengan Dirinya

"Ada tetangga yang keberatan. Jadi toko itu kan pakai mesin laundry. Setelah itu, limbahnya dibuang. Airnya bau karena menguap limbahnya," ungkap Ade.

Ia mengatakan, adapun warga yang komplain merupakan warga keturunan. Ade mengatakan warga keturunan itu sempat mengumpulkan sejumlah KTP warga lainnya.

"Yang ngumpulkan KTP itu dia. Saya lupa-lupa ingat namanya. Si Lia atau siapa saya lupa," katanya. Karena ada surat protes yang masuk, Ade bersama polisi mendatangi tempat usaha itu.

"Tanya langsung saja sama pemiliknya. Kan ada di sana," katanya. Tribun kembali menemui pemilik toko bernama Ramadan. Saat itu, Panit Binmas Polsek Helvetia, Ipda Suparmin pun memberi keterangan.

"Jadi saya jelaskan sama kalian ya. Ini bukan digerebek! Ini karena pengaduan orang kafir itu. Gara-gara orang kafir itu jadi dibesar-besarkan," kata Suparmin.

Ia mengatakan, pihaknya sempat menerima laporan dari warga soal asap dan limbah UD Lautan Kimia. Karena ada protes, dirinya bersama beberapa personel lainnya turun ke lokasi.

"Katanya ada pencemaran. Tapi setelah kami cek, pemilik toko ini pakai mesin kok. Enggak ada masalah ya," katanya.

Setelah bertemu dengan pemilik toko, sejumlah petugas dan kepala lingkungan makan di satu warung tak jauh dari toko yang dituding buang limbah sembarangan. Kedatangan polisi inipun sempat menjadi perhatian warga.

(Ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved