Breaking News:

Dinonaktifkan, Bupati Talaud: Saya Akan Tetap Masuk Kantor

Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip mengaku akan tetap ngantor meski telah dinonaktifkan Kementerian Dalam Negeri

Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip.(Kompas.com/Ronny Adolof Buol) 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA — Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip mengaku akan tetap ngantor meski telah dinonaktifkan Kementerian Dalam Negeri.

Sri dinonaktifkan lantaran pergi ke Amerika Serikat tanpa izin resmi dari atasannya.

"Saya akan tetap masuk kantor," ujar Sri.

Sri dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dengan pergi ke Amerika Serikat tanpa izin resmi dari atasannya. Pemberhentian sementara Sri dari jabatannya karena kepergiaannya ke Amerika Serikat pada Oktober hingga November 2017.

"Paspor yang saya gunakan ke sana adalah paspor reguler dan saya ke sana sendiri tidak membawa staf. Saya juga tidak menggunakan anggaran daerah," ujar Sri Wahyumi membela diri.

Baca: Penjelasan Danny Pomanto soal Kekayaannya yang Mencapai Rp 74 M, Disebut Petahana Terkaya

Sri bersama lima orang terpilih lainnya diundang Kedutaan Besar AS di Indonesia mengikuti program studi banding selama hampir sebulan di negeri yang dipimpin Donald Trump itu.

Rodhial Huda, peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) lainnya dari Natuna, membenarkan bahwa kepergian ke AS itu merupakan undangan ke perseorangan bukan ke lembaga.

"Saya termasuk salah satu yang diundang dan bersama ibu Sri belajar di sana," kata Huda.

Menurut Huda, Sri diundang Pemerintah AS karena dinilai sukses dalam pembangunan ekonomi kemaritiman dan lingkungan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved